LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 16 March 2026

Bagi seorang muslimah di Indonesia, mukena hampir setiap hari digunakan untuk beribadah. Setelah selesai sholat, kita sering kali langsung melipat dan menyimpannya kembali. Padahal, frekuensi pemakaian yang tinggi dapat membuat mukena menjadi lembap, Kondisi lembap inilah yang dapat memicu munculnya bintik hitam pada kain.
Bintik hitam pada mukena tentu membuat kita tidak nyaman saat beribadah. Selain terlihat kurang bersih, kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya jamur pada kain. Lalu, bagaimana cara mencegahnya agar mukena tetap bersih dan bebas dari jamur?

Bintik hitam yang sering muncul di mukena merupakan jamur yang tumbuh akibat kondisi yang lembap. Studi dalam jurnal Sustainable Microbiology mengungkap bahwa berbagai jenis jamur seperti Aspergillus, Cladosporium, dan Penicillium dapat dengan mudah tumbuh pada kain.
Bintik hitam di mukena akibat jamur tentunya dapat mengganggu penampilan karena terlihat kotor. Di sisi lain menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), paparan jamur dapat menyebabkan berbagai reaksi alergi, seperti bersin, hidung tersumbat, mata gatal, hingga iritasi kulit, terutama pada individu yang sensitif terhadap spora jamur. Jamur yang mengendap di mukena bisa memicu alergi yang membuat ibadah menjadi kurang khusyuk.
Baca juga: Tips Mencuci Sajadah agar Bersih, Lembut dan Anti Kusut Jelang Hari Raya

Agar mukena tetap bersih dan nyaman digunakan saat beribadah, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya bintik hitam.
Langsung lipat
Digantung
Lipat masukan tas mukena
RECOMMENDATION
PODCAST