LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 5 March 2026

Kenapa Sajadah Perlu Dicuci Secara Rutin?
Cara Mencuci Sajadah yang Tepat
Hari Raya selalu identik dengan persiapan yang lebih detail. Mulai dari membersihkan rumah, menata ulang ruangan, hingga mencuci pakaian terbaik untuk dikenakan saat salat Ied. Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian yaitu sajadah yang kita gunakan setiap hari.
Padahal, sajadah bersentuhan langsung dengan lantai, dahi, tangan, dan lutut. Debu, keringat, serta partikel kecil dari lantai bisa menempel dan menumpuk seiring waktu. Tanpa perawatan yang tepat, serat kain dapat terasa lebih kasar, tampak kusam, bahkan mengeluarkan aroma kurang segar.
Menjaga kebersihan sajadah bukan hanya soal tampilan, tetapi juga soal kenyamanan dan kekhusyukan saat beribadah.
Sajadah sebaiknya dibersihkan secara rutin untuk mencegah penumpukan debu dan bakteri, terutama jika digunakan setiap hari. Idealnya, sajadah dicuci setidaknya satu bulan sekali, atau lebih sering bila diletakkan langsung di lantai tanpa alas tambahan.
Sebelum tiba waktu rutin untuk mencuci sajadah, ada perawatan ringan yang bisa dilakukan:
Goyangkan atau tepuk-tepuk sajadah setelah digunakan untuk menghilangkan debu halus.
Gunakan vacuum cleaner seminggu sekali agar partikel kecil tidak menumpuk di sela serat kain.
Simpan di tempat kering dan tidak lembap.
Langkah sederhana ini membantu menjaga kebersihan sekaligus memperpanjang usia pakai sajadah.

Baca juga: Tips Merawat Mukena Agar Selalu Bersih dan Wangi, Ibadah Tambah Khusyuk dan Nyaman
Agar sajadah tetap lembut dan tidak mudah rusak, perhatikan beberapa langkah berikut:
Setiap sajadah bisa memiliki bahan yang berbeda, mulai dari katun, polyester, hingga beludru, baik yang tipis maupun tebal berlapis. Selalu baca label sebelum mencuci untuk memastikan apakah aman menggunakan mesin cuci atau perlu dicuci manual.
1-2
3-4
5-6
7-8
RECOMMENDATION
PODCAST