facebook

LOVE OTHERS

ticket

Perbedaan Rubella dan Roseola Si Kecil dan Cara Penanganannya

Meski terlihat seperti campak, namun rubella dan roseola memiliki penyebab dan gejala yang berbeda. Yuk, kenali perbedaannya agar Mom bisa memberikan perawatan yang tepat untuk Si Kecil!

Mom, campak merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering menyerang anak-anak, terutama anak usia balita. Penyakit ini umumnya ditandai dengan demam dan ruam kemerahan di kulit. 

Namun, perlu Mom ketahui bahwa campak (rubeola) tidak hanya satu jenis. Ada beberapa kondisi yang sering disebut sebagai campak, di antaranya rubella, dan roseola. Beberapa kondisi ini memiliki gejala umum yang hampir mirip, seperti demam dan ruam kemerahan di kulit. Meski tampak serupa, namun memiliki penyebab, gejala lain dan penanganan yang berbeda.

Jika di artikel sebelumnya kita telah mengenal penyebab infeksi campak dan cara pencegahannya, yuk ketahui perbedaan rubella dan roseola agar penanganan pada Si Kecil lebih tepat serta bisa dicegah sejak dini. 

Apa Perbedaan Rubella dan Roseola?

Penyebab 

Rubella 

Rubella adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Rubella sering disebut sebagai campak Jerman, meskipun berbeda dengan campak (rubeola). Virus ini dapat menyebar melalui droplet pernapasan saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Roseola

Roseola disebabkan oleh virus Human Herpesvirus tipe 6 (HHV-6) atau Human Herpesvirus tipe 7 (HHV-7). Meski sama-sama dari golongan virus herpes, HHV-6 dan HHV-7 tidak sama dengan jenis virus herpes yang menyebabkan penyakit menular seksual.

Roseola sering menyerang bayi dan anak-anak usia 6–24 bulan sehingga dikenal juga dengan sebutan roseola infantum. Penularan virus ini dapat terjadi bila Si Kecil tidak sengaja menghirup percikan air liur penderita saat bersin atau batuk, serta benda yang terkontaminasi virus.

Baca juga: Beda Influenza A, B dan C Agar Mom Tahu Cara Menanganinya

Gejala 

Rubella 

Masa inkubasi rubella adalah sekitar 14 hingga 21 hari sejak tubuh terpapar virus. Berikut ini beberapa gejala umum yang terjadi:

  • Demam ringan

  • Iritasi ringan pada mata

  • Hidung tersumbat

  • Muncul benjolan di sekitar telinga dan leher, akibat pembengkakan kelenjar getah bening

  • Ruam berbentuk bintik-bintik kemerahan muncul di sekitar kulit wajah, kemudian menyebar ke badan, tangan dan kaki.

Gejala yang timbul akibat rubella biasanya ringan sehingga sulit terdeteksi. Gejala utama rubella adalah ruam merah yang muncul dalam 2–3 minggu sejak terpapar virus Rubella. Ruam tersebut akan bermula di wajah, lalu menyebar hingga ke seluruh tubuh. Umumnya, ruam merah akan menimbulkan rasa gatal yang dapat berlangsung hingga 3 hari.

Roseola

Apakah Si Kecil sudah vaksin MMR?

Sudah

Belum

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: