LOVE YOUR BODY
LOVE YOUR BODY | 19 February 2026

Kutil kelamin mungkin terdengar seperti kondisi yang ringan, tetapi sebenarnya merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang perlu diwaspadai.
Umumnya, kutil kelamin tidak langsung muncul setelah seseorang terpapar virus. Gejalanya biasanya baru terlihat beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah terinfeksi melalui aktivitas seksual. Karena itu, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi dan berpotensi menularkan virus kepada pasangan.
Penyakit ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga memiliki dampak serius bila tidak ditangani dengan tepat. Yuk, ketahui lebih jauh penyebab, tanda-tanda, dan cara mencegahnya supaya kamu bisa tetap menjaga kesehatan reproduksi.
Apa Itu Kutil Kelamin?
Kutil kelamin dalam istilah medis disebut kondiloma akuminata. Kutil kelamin memiliki ukuran kecil dengan warna serupa kulit atau sedikit lebih gelap sehingga terkadang sulit terlihat langsung.
Kutil kelamin dapat tumbuh tunggal, bisa juga berkelompok dan membentuk struktur seperti kembang kol.
Pada perempuan, kutil kelamin bisa tumbuh di:
Dinding vagina
Bagian luar vagina (vulva)
Area di antara vagina dan anus (perineum)
Bagian dalam vagina atau di dalam anus
Leher rahim (serviks)
Kutil kelamin tumbuh di area genital akibat infeksi human papillomavirus (HPV). Virus ini memiliki banyak tipe, tetapi sekitar 90% kasus kutil kelamin disebabkan oleh tipe HPV 6 dan 11. Penularan HPV dapat terjadi melalui:
Hubungan seksual tanpa pengaman (vaginal, anal, atau oral)
Penggunaan alat bantu seks bersama tanpa sterilisasi
Riwayat hubungan seksual berisiko
Sistem imun yang lemah juga dapat meningkatkan risiko infeksi.
Baca juga: Saat Menstruasi, Mengapa Area Vagina Lebih Lembap dan Rentan Iritasi?
Sudah
Jarang
Belum
RECOMMENDATION
PODCAST