facebook

LOVE YOUR BODY

ticket

Saat Menstruasi, Mengapa Area Vagina Lebih Lembap dan Rentan Iritasi?

Selama menstruasi, area vagina bisa terasa lebih lembap dan sensitif akibat perubahan alami yang terjadi pada tubuh. Pahami penyebab dan cara mencegahnya agar kenyamanan terjaga sepanjang hari.

Pernahkah saat menstruasi kamu merasa area vagina lebih cepat lembap, sedikit lengket, dan aromanya berbeda dari biasanya? Meski pembalut sudah rutin diganti dan kebersihan dijaga seperti biasa, rasa kurang nyaman tetap bisa muncul. Kondisi ini sebenarnya cukup umum, dan ada penjelasan logis di baliknya.

Saat menstruasi, tubuh mengalami beberapa perubahan kecil yang sering tidak disadari. Kombinasi darah menstruasi, kelembapan, dan sirkulasi udara yang terbatas dapat menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Jika tidak dikelola dengan tepat, kondisi ini dapat memicu bau tak sedap hingga iritasi yang menurunkan rasa percaya diri sepanjang hari.

Kenapa Menstruasi Membuat Area Vagina Lebih Lembap?

Saat menstruasi, darah keluar secara terus-menerus sehingga meningkatkan kelembapan di area vagina. Darah menstruasi juga memiliki pH yang lebih basa dibandingkan kondisi normal vagina yang cenderung asam.

Menurut situs kesehatan Cleveland Clinic, perubahan pH ini bisa memengaruhi keseimbangan bakteri alami di vagina, terutama bakteri baik seperti Lactobacillus yang berperan menjaga lingkungan tetap sehat. Ketika keseimbangan ini sedikit bergeser, area vagina bisa terasa lebih lembap dan berbeda dari biasanya.

Selain itu, penggunaan pembalut dalam waktu tertentu, terutama saat aktivitas padat, dapat menghambat sirkulasi udara sehingga area vagina menjadi lebih lembap.

Baca juga: Infeksi Bakteri vs Infeksi Jamur pada Vagina: Apa Bedanya dan Bagaimana Penanganannya?

Kelembapan Membuat Bakteri Lebih Mudah Berkembang

Bakteri sebenarnya selalu ada di vagina, dan itu normal selama komposisinya didominasi oleh bakteri baik. Masalah dapat muncul ketika kondisi vagina terlalu lembap dan hangat.

Penelitian yang dimuat di situs publikasi ilmiah PubMed menjelaskan bahwa perubahan lingkungan vagina selama menstruasi dapat memengaruhi komposisi mikroorganisme di dalamnya, terutama jika kelembapan berlebih tidak dikelola dengan baik. 

Lingkungan yang lembap, minim sirkulasi udara, dan bercampur darah menstruasi
bisa  dapat mempercepat pertumbuhan bakteri jahat yang memicu berkontribusi pada bau tidak sedap.

Kurangnya Sirkulasi Udara Bisa Membuat Iritasi

Area vagina pada dasarnya lebih nyaman berada dalam kondisi kering dengan sirkulasi udara yang baik. Namun saat menstruasi, kondisi ini sering sulit tercapai. Penggunaan pembalut dalam waktu lama, dipadukan dengan pakaian yang terlalu ketat atau underwear yang kurang menyerap keringat, dapat membuat udara sulit bersirkulasi dan kelembapan tertahan lebih lama.

Menurut artikel di situs kesehatan Medical News Today, lingkungan yang tertutup dan lembap dapat meningkatkan risiko iritasi kulit, terutama karena gesekan yang terjadi berulang diiringi oleh pertumbuhan mikroorganisme yang lebih cepat.


Apa yang kamu lakukan saat vagina terasa lebih cepat lembap saat menstruasi?

Mengganti pembalut

Mengganti underwear

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: