LOVE YOUR BODY
LOVE YOUR BODY | 12 February 2026

Kenapa Menstruasi Membuat Area Vagina Lebih Lembap?
Kelembapan Membuat Bakteri Lebih Mudah Berkembang
Kurangnya Sirkulasi Udara Bisa Membuat Iritasi
Dampak yang Paling Sering Dirasakan
Pernahkah saat menstruasi kamu merasa area vagina lebih cepat lembap, sedikit lengket, dan aromanya berbeda dari biasanya? Meski pembalut sudah rutin diganti dan kebersihan dijaga seperti biasa, rasa kurang nyaman tetap bisa muncul. Kondisi ini sebenarnya cukup umum, dan ada penjelasan logis di baliknya.
Saat menstruasi, tubuh mengalami beberapa perubahan kecil yang sering tidak disadari. Kombinasi darah menstruasi, kelembapan, dan sirkulasi udara yang terbatas dapat menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Jika tidak dikelola dengan tepat, kondisi ini dapat memicu bau tak sedap hingga iritasi yang menurunkan rasa percaya diri sepanjang hari.
Saat menstruasi, darah keluar secara terus-menerus sehingga meningkatkan kelembapan di area vagina. Darah menstruasi juga memiliki pH yang lebih basa dibandingkan kondisi normal vagina yang cenderung asam.
Menurut situs kesehatan Cleveland Clinic, perubahan pH ini bisa memengaruhi keseimbangan bakteri alami di vagina, terutama bakteri baik seperti Lactobacillus yang berperan menjaga lingkungan tetap sehat. Ketika keseimbangan ini sedikit bergeser, area vagina bisa terasa lebih lembap dan berbeda dari biasanya.
Selain itu, penggunaan pembalut dalam waktu tertentu, terutama saat aktivitas padat, dapat menghambat sirkulasi udara sehingga area vagina menjadi lebih lembap.
Baca juga: Infeksi Bakteri vs Infeksi Jamur pada Vagina: Apa Bedanya dan Bagaimana Penanganannya?
Bakteri sebenarnya selalu ada di vagina, dan itu normal selama komposisinya didominasi oleh bakteri baik. Masalah dapat muncul ketika kondisi vagina terlalu lembap dan hangat.
Penelitian yang dimuat di situs publikasi ilmiah PubMed menjelaskan bahwa perubahan lingkungan vagina selama menstruasi dapat memengaruhi komposisi mikroorganisme di dalamnya, terutama jika kelembapan berlebih tidak dikelola dengan baik.
Lingkungan yang lembap, minim sirkulasi udara, dan bercampur darah menstruasi
bisa dapat mempercepat pertumbuhan bakteri jahat yang memicu berkontribusi pada bau tidak sedap.
Area vagina pada dasarnya lebih nyaman berada dalam kondisi kering dengan sirkulasi udara yang baik. Namun saat menstruasi, kondisi ini sering sulit tercapai. Penggunaan pembalut dalam waktu lama, dipadukan dengan pakaian yang terlalu ketat atau underwear yang kurang menyerap keringat, dapat membuat udara sulit bersirkulasi dan kelembapan tertahan lebih lama.
Menurut artikel di situs kesehatan Medical News Today, lingkungan yang tertutup dan lembap dapat meningkatkan risiko iritasi kulit, terutama karena gesekan yang terjadi berulang diiringi oleh pertumbuhan mikroorganisme yang lebih cepat.
Mengganti pembalut
Mengganti underwear
RECOMMENDATION
PODCAST