LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 12 May 2026

Kebaya merupakan salah satu busana tradisional yang lekat dengan identitas perempuan Indonesia. Tidak hanya dikenal karena keindahannya, kebaya juga menyimpan nilai budaya, sejarah, serta perjalanan panjang yang mencerminkan peran perempuan dari masa ke masa.
Seiring perkembangan zaman, kebaya hadir dalam beragam jenis dengan ciri khas yang berbeda-beda. Mulai dari desain, bahan, warna, hingga pengaruh budaya yang melatarbelakanginya, setiap kebaya memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya tetap relevan hingga saat ini.
Menariknya, peringatan Hari Kartini kerap dimanfaatkan untuk mengapresiasi kebaya sebagai simbol identitas dan perjuangan perempuan Indonesia. Yuk ketahui ragam kebaya yang bisa kamu gunakan memperingati Hari Kartini!

Terinspirasi dari busana yang dikenakan oleh pahlawan nasional R.A. Kartini, kebaya Kartini memiliki desain tertutup dan sopan mirip seperti kebaya Jawa Tengah.
Kebaya ini memiliki potongan leher berbentuk huruf V dan ujung bawahnya yang meruncing, lipatan vertikal di bagian kerah, memiliki lengan panjang dan sering kali tidak ada tambahan motif.
Penggunaan kebaya Kartini bisa menampilkan sisi anggun dan sederhana yang sarat dengan nilai budaya Jawa.

Kebaya Encim atau dikenal sebagai kebaya betawi merupakan hasil akulturasi budaya Tionghoa. Dahulu, kebaya Encim memang dikenakan oleh perempuan dari etnis Tionghoa. Nama encim sendiri berasal dari bahasa Hokkien yang berarti bibi.
Dulu bordir kebaya encim banyak menggunakan corak khas Tionghoa, seperti burung bangau, phoenix, kupu-kupu, serangga, dan naga, namun saat ini banyak menampilkan unsur bunga dan ondel-ondel ciri khas Betawi.
Kebaya ini biasanya tampil lebih cerah dengan warna-warna mencolok seperti merah, kuning, atau pastel. Detail bordir yang halus menjadi daya tarik utama kebaya Encim. Selain itu, bahan yang digunakan cenderung ringan sehingga nyaman dipakai.

Kebaya kutu baru berasal dari pulau Jawa, khususnya berakar kuat dalam budaya Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kebaya kutu baru biasanya dipadukan dengan kain batik atau jarik. Ciri utama kebaya ini terletak pada keberadaan kain tambahan bernama bef yang menghubungkan bagian dada dan perut, sehingga membuat penggunanya lebih ramping.
Kutu baru
Labuh
Kartini
Modern
RECOMMENDATION
PODCAST