Jaga Lingkungan dengan Hal Sederhana dalam Keseharian

LOVE YOUR MIND

Working Moms Bisa Tenang MengASIhi Si Kecil, Ini Tips Simpan ASI Perah

Kembali ke kantor setelah cuti melahirkan tak perlu membuat Moms khawatir dalam memberikan ASI. Ini tips menyimpan ASI perah agar Moms bisa tenang mengASIhi si Kecil.

Kembali rutin bekerja di kantor buat Mom yang baru selesai cuti melahirkan bisa jadi tantangan tersendiri. Di satu sisi, ingin terus konsisten memberikan ASI (Air Susu Ibu) untuk si Kecil. Di sini lain, terjadi perubahan seputar pemberian ASI dibanding saat Moms masih bersama si Kecil selama 24 jam. Tapi mengingat pentingnya ASI untuk tumbuh kembang si Kecil, sebaiknya Moms tetap memberikannya meskipun sudah rutin ke kantor.

ASI Bisa Cegah Stunting

ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan WHO (World Health Organization), ASI sebaiknya diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi dan dilanjutkan sampai 2 tahun dengan makanan pendamping ASI (MPASI). 

Mengapa ASI sangat penting? Selain mencukupi kebutuhan nutrisi, ASI juga memiliki kandungan antibakteri, antivirus, antimikroba, antiinflamasi dan antiinfeksi yang penting dalam pembentukan sistem imunitas bayi. Selain itu, ASI mengandung rangkaian asam lemak tak jenuh yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak.

WHO menyatakan pemberian ASI yang tidak eksklusif dan penghentian ASI terlalu dini adalah dua dari banyak faktor yang berisiko menyebabkan stunting pada anak, khususnya di enam bulan pertama kehidupannya. Jadi, makin semangat untuk memberikan ASI eksklusif kepada si Kecil, kan, Moms?

Manfaat Memerah ASI

Rata-rata ibu bekerja di Indonesia kembali bekerja di kantor saat usia bayi memasuki 4 bulan. Agar tetap bisa memberikan ASI eksklusif kepada si Kecil, ASI perah menjadi solusi saat ibu menyusui tidak bisa memberikan ASI secara langsung.

Menurut IDAI, memerah ASI diperlukan pada keadaan payudara sangat penuh (hingga membengkak) atau saat ibu tidak bersama bayi saat tiba waktu minum bayi (seperti saat ibu berada di kantor). Selain itu, memerah ASI dapat menambah stok ASI di rumah sehingga mengurangi kekhawatiran Moms. Memerah ASI juga juga dapat meningkatkan produksi ASI, terutama jika dilakukan secara rutin. 

Agar tetap bisa memproduksi ASI yang cukup meskipun sudah kembali aktif bekerja, pastikan kebutuhan nutrisi harian ibu menyusui terpenuhi. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang sesuai dengan pedoman Isi Piringku dewasa serta cukupi kebutuhan air harian. Tidak lupa untuk selalu mengelola stres agar pikiran Moms selalu rileks dan bahagia. 

Tips Menyimpan ASI Perah

Menyimpan ASI yang sudah diperah menjadi hal yang harus diperhatikan Moms yang baru kembali bekerja. Ini untuk memastikan agar kondisi ASI aman dan tidak cepat rusak sehingga nutrisinya tetap terjaga sampai tiba waktu diberikan kepada si Kecil.

1. Suhu ASI* yang Aman

Suhu penyimpanan ASI perah yang aman untuk ibu bekerja mempertimbangkan faktor durasi ibu bekerja di kantor dan perjalanan dari kantor ke rumah. Jadi, ASI perah tahan berapa jam tanpa kulkas?

- ASI yang diperah kemudian disimpan dalam suhu ruangan hangat 27-32℃ bisa bertahan selama 2-4 jam saja.

- ASI yang diperah kemudian disimpan dalam suhu ruangan sejuk 16-26℃ bisa bertahan selama 4-8 jam. 

- ASI yang diperah kemudian disimpan dalam insulated cooler bags/ice packs di suhu 15℃ bisa bertahan selama 24 jam. Sesudahnya bisa dimasukkan kulkas atau freezer.

- ASI yang baru diperah kemudian masuk ke dalam kulkas bagian belakang/chiller di suhu 0-4℃ bisa bertahan selama 3-8 hari.

- ASI yang baru diperah kemudian masuk ke dalam freezer pada kulkas 1 pintu bisa bertahan 2 minggu dan freezer pada kulkas 2 pintu bisa bertahan sampai 6 bulan. 

- ASI beku yang dicairkan di kulkas bagian belakang/chiller di suhu 0-4℃ bisa bertahan selama 24 jam .

*Penyimpanan ASI untuk bayi cukup bulan yang sehat. Untuk bayi prematur dan bayi yang harus dirawat di rumah sakit, silakan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Contoh skema penyimpanan ASI yang aman untuk ibu bekerja selama 8 jam plus perjalanan kantor-rumah 1 jam. 

- Perah ASI sebanyak 2-3 kali sehari (misalnya jam 10, 1 siang dan 4 sore).

- Simpan dalam cooler bag atau kulkassepanjang waktu bekerja dan perjalanan pulang.

- Sesampai di rumah, pindahkan ASI ke dalam kulkas. Masukkan ke dalam chiller bila ASI akan digunakan kurang dari 3 hari. Masukkan ke dalam freezer bila ASI akan digunakan lebih dari 3 hari.

2. Wadah ASI* yang Aman Digunakan

Selain suhu, wadah penyimpanan ASI juga tidak kalah penting untuk menjaga kualitas ASI agar tidak mudah rusak dan nutrisinya terjaga.

- ASI disarankan untuk disimpan dalam botol (berbahan gelas atau plastik keras) dan plastik khusus ASI.

- Untuk botol ASI (gelas/plastik keras), pastikan bersih, bisa tertutup rapat, tidak bocor, dan terbuat dari bahan bebas bisphenol A (BPA).

- Untuk plastik khusus ASI, pastikan tidak bocor dengan ujung atas berperekat. Kumpulkan plastik kecil dalam plastik ukuran lebih besar agar lebih aman.

- Sisakan sedikit, sekitar 2,5 cm, pada bagian atas botol/plastik ASI karena ASI akan mengembang bila dibekukan.

- Berikan label tanggal dan waktu memerah pada setiap botol dan kantong plastik ASI.

- ASI dari sesi perah yang berbeda dalam hari yang sama dapat digabungkan, namun ASI harus didinginkan di lemari es sebelum digabungkan.

*Penyimpanan ASI untuk bayi cukup bulan yang sehat. Untuk bayi prematur dan bayi yang harus dirawat di rumah sakit, silakan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Mom Bisa tetap Dukung Tumbuh Kembang si Kecil Dari Mana Saja

Dengan tips penyimpanan ASI perah di atas, Moms tidak perlu lagi khawatir saat harus kembali bekerja usai cuti melahirkan. Moms bisa tetap memberikan ASI dengan kualitas yang tetap terjaga baik untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Selain mencukupi kebutuhan nutrisi, mendukung tumbuh kembang si Kecil juga bisa dilakukan dengan selalu memperhatikan kebutuhan dan kenyamanannya saat harus jauh dari Moms selama jam kerja. 

Salah satunya adalah dengan memberikan popok yang nyaman digunakan, seperti Merries Good Skin varian NB-S yang dikhususkan untuk bayi dengan berat 3-8 kg. 

Popok Merries Good Skin ini mampu menyerap cairan lebih banyak hingga 5x pipis dan lebih cepat sehingga Moms tidak perlu takut bocor. Selain itu, kulit bayi pun tetap kering dan bisa bernapas karena sirkulasi udara yang lebih baik

Merries Good Skin mengandung kandungan aktif alami Witch Hazel yang dikenal baik untuk kesehatan kulit. Merries Good Skin juga teruji klinis oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia karena terbukti dapat mengurangi risiko alergi pada kulit bayi yang lembut. Karena kemampuannya mencegah iritasi, tidak heran kalau popok ini menjadi pilihan tepat untuk menjaga kulit bayi baru lahir tetap lembut.

Untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang Merries Good Skin, langsung saja klik di sini. Yuk, selalu dukung tumbuh kembang si Kecil dengan selalu memperhatikan kebutuhan dan kenyamanannya, Moms!

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: