facebook

LOVE YOUR BODY

ticket

Tiroid Bisa Memengaruhi Menstruasi, Benarkah?

Gangguan tiroid adalah kondisi medis yang dapat memengaruhi hormon dan siklus menstruasi. Kenali tanda, faktor risiko, serta cara mencegahnya.

Menstruasi seringkali mencerminkan kondisi kesehatan seseorang. Saat siklus tiba-tiba berubah tidak teratur, misalnya aliran darahlebih deras dan berlangsung lama dari biasanya atau justru jarang datang,, merasakah nyeri yang hebat,  terkadang kita mengira hanya karena faktor kelelahan atau stres. Padahal, salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah gangguan tiroid.

Gangguan tiroid adalah kondisi ketika ada kelainan bentuk atau fungsi kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher. Kelenjar tiroid berfungsi mengatur metabolisme dan menyeimbangkan hormon-hormon, seperti Tiroksin (T4), Triiodothyronine (T3) dan Kalsitonin.

Tiroid dapat terjadi pada siapa saja dan dari segala usia. Gangguan tiroid lebih umum terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Mengutip situs kesehatan Cleveland Clinic, perempuan memiliki risiko 5-8 kali lebih besar mengidap penyakit tiroid ketimbang laki-laki.

Dua jenis utama penyakit tiroid adalah hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) dan hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif). Kedua kondisi ini dapat menyebabkan gangguan autoimun yang berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. 

Apakah Benar Tiroid dapat Memengaruhi Menstruasi?

Jawabannya, iya. Gangguan tiroid bahkan memengaruhi berbagai aspek kesehatan perempuan lainnya. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) atau kurang aktif (hipotiroid) dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar hormon yang dapat meningkatkan risiko kesehatan sistem reproduksi wanita.

Orang dengan hipotiroidisme atau tiroid yang kurang aktif memiliki kadar hormon tiroid yang rendah. Gejalanya bisa berupa lemas, mudah lelah, berat badan naik, hingga menstruasi yang lebih deras atau lebih lama.

Baca juga: Terapkan Sleep Hygiene untuk Menjaga Keseimbangan Hormon pada PCOS

Sementara, pada orang dengan hipertiroidisme, menstruasi mungkin terjadi secara tidak teratur, dan aliran menstruasi mungkin lebih ringan. Hipertiroidisme dapat menyebabkan rendahnya kadar protein yang disebut globulin pengikat hormon seks (SHBG). Protein ini menempel pada hormon seks pria dan wanita. Seseorang dengan tingkat SHBG yang tidak normal mungkin mengalami masalah kesuburan. 

Selain itu, peningkatan kadar hormon prolaktin akibat hipertiroidisme dapat menyebabkan gangguan ovulasi, yang memengaruhi siklus menstruasi bahkan membuat seoseorang tidak mengalami menstruasi.

f2fe3eec54fc314a6044f7f94b359188.webp

Apa Saja Gejala Gangguan Tiroid?

Apa yang kamu lakukan untuk meningkatkan mood?

Pergi ke gunung/pantai

Makan makanan favorite

Nonton bioskop

Pergi ke salon/ spa

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: