LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 30 December 2025

- Sesi Memompa Terlalu Singkat
- Jadwal Memompa Tidak Teratur
- Terlalu Tinggi Menyetel Tekanan Pompa
Bagi para working mom, pumping atau memerah ASI bukan hanya rutinitas harian, tetapi aktivitas penting untuk menjaga suplai ASl agar proses mengASIhi Si Kecil tetap optimal.
ASI merupakan sumber nutrisi yang paling mudah dicerna dan aman untuk saluran pencernaan Si Kecil. ASI memiliki banyak manfaat bagi Si Kecil, mulai dari meningkatkan imunitas tubuh, memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan, hingga menunjang pertumbuhan dan perkembangan otaknya.
World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif hingga Si Kecil berusia 6 bulan dan dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI (MPASI) hingga usia 2 tahun atau lebih.
Meski begitu, ada beberapa kesalahan pumping yang mungkin tidak Mom sadari dan bisa menghambat produksi ASI sehingga ASI jadi seret atau bahkan berhenti diproduksi sebelum Si Kecil berusia 2 tahun. Apa saja kesalahan pumping yang membuat ASI seret?
Tubuh bekerja dengan prinsip supply and demand. Jadi, semakin sering ASI dikeluarkan, semakin banyak tubuh memproduksi. Menunda sesi memompa, baik karena pekerjaan menumpuk atau merasa belum ‘penuh’, dapat membuat tubuh mengira bahwa kebutuhan ASI berkurang. Hal ini dapat menurunkan produksi ASI.
Usahakan memompa setiap 2–3 jam sekali, atau mengikuti ritme menyusu Si Kecil. Kalau perlu, coba teknik cluster pumping, memompa beberapa kali dalam waktu singkat untuk memicu peningkatan produksi.

Sesi memompa sebaiknya berlangsung dalam durasi yang cukup yaitu sampai payudara kosong. Jika Moms mempersingkat waktu memompa, payudara mungkin belum kosong. Padahal, ketika payudara tidak dikosongkan dengan optimal, tubuh tidak mendapatkan sinyal untuk memproduksi lebih banyak ASI. Akibatnya, produksi dapat menurun dan proses menyusui ikut terpengaruh.
Cobalah untuk melakukan pumping selama 15–20 menit, atau 5 menit setelah aliran ASI berhenti untuk membantu merangsang siklus produksi ASI alami tubuh. Moms juga bisa memompa setelah sesi menyusui terutama jika waktu menyusui bayi singkat. Saat payudara dikosongkan sepenuhnya, tubuh akan meningkatkan produksi ASI dalam waktu lebih cepat.
Memompa secara acak bisa bikin tubuh bingung dan mengganggu ritme produksi. Buatlah jadwal memompa yang konsisten, disesuaikan dengan waktu menyusui langsung. Misalnya pagi sebelum berangkat, dua kali saat di kantor, dan sekali sebelum tidur. Konsistensi adalah kunci agar suplai ASI terjaga. Kamu juga bisa cari tahu cara dan jadwal pumping yang tepat agar ASI lancar dan berlimpah.
Banyak Mom beranggapan bahwa semakin kuat daya hisap pompa, semakin banyak ASI yang akan keluar. Faktanya, tekanan yang terlalu tinggi justru dapat menyebabkan payudara terasa nyeri, terjadi peradangan, hingga menurunkan produksi ASI.
Menunda waktu pumping
Waktu pumping terlalu singkat
Terlalu kencang menyetel tekanan pompa
RECOMMENDATION
PODCAST