LOVE YOUR BODY
LOVE YOUR BODY | 22 May 2026

Saat ini, cuaca terasa semakin panas dan gerah. Menurut BMKG, musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal dengan kondisi yang lebih kering dan panas. Dalam beberapa pekan terakhir, BMKG juga mencatat suhu maksimum di sejumlah wilayah Indonesia mencapai 36–37,1°C, lebih tinggi dibanding suhu harian normal yang umumnya berada di kisaran 30–33°C.
Kondisi inilah yang membuat tubuh jadi lebih mudah berkeringat, lengket dan terasa gerah meski baru beraktivitas sebentar. Tidak heran kalau mandi jadi salah satu cara paling cepat untuk merasa segar kembali.Bagi banyak orang, mandi juga menjadi cara sederhana untuk recharge sejenak di tengah rutinitas yang padat. Sensasi air dan aroma sabun yang segar sering kali membantu tubuh terasa lebih rileks setelah menghadapi panas, polusi, dan rasa lengket sepanjang hari.
Namun, di balik sensasi segar setelah mandi, kondisi kulit juga perlu mendapat perhatian. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), mandi terlalu lama atau menggunakan air yang terlalu panas dapat membuat minyak alami pada kulit ikut berkurang. Padahal, minyak alami ini berperan penting dalam menjaga kelembapan dan membantu melindungi skin barrier kulit.
Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, kulit bisa mulai terasa kurang nyaman, seperti terasa lebih kering, ketarik setelah mandi, atau tampak lebih mudah sensitif. Karena itu, saat cuaca panas membuat frekuensi mandi meningkat, penting juga untuk memperhatikan cara mandi yang lebih ramah untuk kulit.
1-2 kali
2-3 kali
3-4 kali
4-5 kali
RECOMMENDATION
PODCAST