facebook

LOVE OTHERS

ticket

Keringat Ekstra di Musim Kemarau? Ini Cara Pakaian Tetap Wangi

Musim kemarau bukan alasan buat pakaian bau keringat. Dengan kebiasaan yang tepat,dari pilihan bahan sampai cara mencuci, pakaianmu bisa tetap segar seharian.

Di musim kemarau, suhu yang lebih tinggi membuat tubuh memproduksi keringat lebih banyak dari biasanya dan itu cukup untuk mengubah pakaian yang segar menjadi kurang nyaman hanya dalam beberapa jam.

Itulah kenapa sudah memakai pakaian yang rapi, bersih dan wangi untuk keluar rumah. Tapi baru saja dua jam di luar rumah, tiba-tiba ada bau yang kurang menyenangkan dari pakaian yang dipakai. 

Pakaian Cepat Bau Bukan Hanya Karena Keringat

Tubuh manusia punya sekitar 2–4 juta kelenjar keringat yang aktif bekerja mengatur suhu tubuh. Saat suhu udara naik, tubuh otomatis memproduksi lebih banyak keringat untuk mendinginkan diri. Menurut situs kesehatan Cleveland Clinic, ini mekanisme alami yang sehat, bukan tanda tubuh kotor. 

Namun, yang menimbulkan bau bukanlah keringat itu sendiri, tapi bakteri di permukaan kulit dan kain yang memecah protein dalam keringat menjadi asam. Proses inilah yang menghasilkan bau tidak sedap. Jadi masalah utamanya bukan keringat, tapi bakteri yang menempel di serat pakaian.

Pilih Bahan Pakaian yang Mudah Menyerap

Pilihan bahan yang dipakai sehari-hari ternyata punya pengaruh besar terhadap keringat dan bau. Bahan yang kurang tepat bisa mempercepat pertumbuhan bakteri di serat kain. Hal inilah yang menentukan apakah pakaian tetap nyaman dipakai seharian atau tidak.

Keringat yang tertahan di permukaan kulit adalah kondisi ideal bagi bakteri untuk berkembang, dan di sinilah pilihan bahan pakaian mulai berperan. Semakin lama bahan pakaian menampung keringat, semakin besar risiko bakteri berkembang. 

Sebaliknya, bahan pakaian yang membantu keringat menguap lebih cepat akan memperlambat proses perkembangan bakteri tersebut. 

Bahan Pakaian yang Disarankan Saat Cuaca Panas

1. Katun

Menyerap keringat dengan baik dan membiarkan kulit ‘bernapas.’ Cocok untuk aktivitas ringan sampai sedang.

2. Linen

Lebih ringan dari katun, struktur seratnya membuat udara mudah bersirkulasi. Ini adalah pilihan tepat untuk tampilan kasual yang tetap rapi.

3. Dry-Fit atau Kain Sport Berteknologi Cepat Kering

Jenis kain yang dirancang agar keringat cepat kering dan tidak terlalu lama menempel di permukaan kulit. Umumnya digunakan pada pakaian gym, lari, atau aktivitas outdoor.

Hindari bahan sintetis biasa seperti nylon atau polyester untuk aktivitas fisik. Bahan-bahan ini menahan panas tubuh, tidak menyerap keringat dengan baik dan justru mempercepat pertumbuhan bakteri.

Soal model, potongan loose fit atau relaxed fit memberi ruang sirkulasi udara lebih baik dibanding pakaian ketat. Ini memang detail kecil, tapi dampaknya cukup nyata di hari-hari yang panas.

Supaya Pakaian Tidak Cepat Bau, Lakukan Tips Ini

Bahan apa yang sering kamu gunakan untuk cepat menyerap keringat?

Katun

Linen

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: