LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 22 June 2026

Apa Arti Pup yang Kecil-kecil Seperti Kelereng?
Mengapa Pup Bisa Menjadi Kecil dan Keras?
Apa Penyebab Pup Si Kecil Menjadi Kecil dan Keras?
Saat mengganti popok, Moms mungkin pernah menemukan bentuk pup yang kecil-kecil, keras, dan menyerupai kelereng. Dalam banyak kasus, pup seperti kelereng merupakan salah satu tanda sembelit yang cukup umum terjadi pada anak.
Bentuk dan tekstur pup dapat memberikan gambaran tentang kondisi saluran cerna Si Kecil. Menurut berbagai sumber kesehatan, pup yang berbentuk bulatan kecil, keras, dan terpisah-pisah seperti kelereng atau kotoran kambing sering kali menjadi salah satu tanda sembelit.
Tanda-tanda tersebut dapat menunjukkan bahwa feses terlalu lama berada di usus sehingga menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Namun, Moms tidak perlu langsung panik ketika melihat pup seperti ini sesekali. Yang perlu diperhatikan adalah apakah kondisi tersebut terjadi berulang, disertai keluhan lain, atau berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Untuk memahami penyebabnya, Moms perlu mengetahui sedikit tentang proses pembentukan feses. Setelah makanan dicerna, sisa makanan akan bergerak menuju usus besar. Di sana, tubuh menyerap sebagian air dari sisa makanan tersebut sebelum akhirnya dikeluarkan sebagai feses.
Jika feses berada terlalu lama di usus besar, semakin banyak air yang diserap oleh tubuh. Akibatnya, feses menjadi lebih kering, keras, dan sulit dikeluarkan. Inilah yang sering menyebabkan pup berubah menjadi bulatan-bulatan kecil seperti kelereng.
Baca juga: Dukung Kulit Sehat Si Kecil agar Tetap Nyaman dan Aktif Setiap Hari
Ada beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap kondisi ini.
1. Kurang Asupan Serat
Serat membantu menambah volume dan kelembapan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan. Jika konsumsi buah, sayur, dan sumber serat lainnya kurang, feses dapat menjadi lebih keras.
2. Kurang Minum
Cairan berperan penting dalam menjaga tekstur feses tetap lunak. Ketika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, tubuh akan menyerap lebih banyak air dari feses sehingga feses menjadi lebih kering.

3. Kurang Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik membantu merangsang pergerakan usus. Si Kecil yang lebih banyak duduk atau kurang bergerak dapat mengalami perlambatan pergerakan saluran cerna yang berkontribusi pada sembelit.
4. Menahan Keinginan BAB
Hal ini cukup sering terjadi pada Si Kecil yang sedang asyik bermain. Ada juga anak yang menahan BAB karena takut menggunakan toilet atau pernah mengalami pengalaman BAB yang tidak nyaman sebelumnya. Kebiasaan menahan BAB dapat membuat feses semakin lama berada di usus dan menjadi lebih keras.
5. Perubahan Pola Makan atau Rutinitas
Perjalanan jauh, perubahan jadwal harian, mulai play group, atau perubahan pola makan tertentu juga dapat memengaruhi kebiasaan BAB Si Kecil.
Ya, pernah
Tidak pernah
RECOMMENDATION
PODCAST