Dengan Kirei Lifestyle Innovation,
Upgrade Dirimu Jadi Lebih Baik Inside Out
Dengan
Kirei Lifestyle Innovation
Upgrade Dirimu
Jadi Lebih Baik
Inside Out

LOVE YOUR BODY

Perlukah Perempuan Mencukur Bulu Kemaluan?

Apakah perempuan perlu mencukur bulu kemaluan? Yuk, cari tahu faktanya berikut ini.

Secara alami, bulu tumbuh di beberapa bagian tubuh manusia, termasuk di sekitar kemaluan, baik laki-laki maupun perempuan. Apa sih fungsi bulu kemaluan untuk tubuh? Perlukah bulu kemaluan dicukur? Atau sebaiknya dibiarkan saja untuk tumbuh secara alami?

Fungsi Bulu Kemaluan

Sebelum memutuskan perlu mencukur atau tidak, Sahabat KAO perlu tahu nih, sebenarnya apa fungsi bulu kemaluan bagi perempuan? Menurut American Academy of Obstetricians and Gynecologists, bulu kemaluan berfungsi menghalau kuman dan bakteri yang masuk ke dalam vagina.

Selain itu, bulu kemaluan juga berfungsi mengurangi gesekan. Kulit di area kemaluan sangat sensitif sehingga gesekan sekecil apa pun, seperti dengan pakaian dalam, bisa menyebabkan iritasi. Karena itu, para ahli menyarankan untuk memotong atau merapikan sebagian bulu area kewanitaan daripada mencukurnya secara keseluruhan.

Apa Manfaat Mencukur Bulu Kemaluan?

Bulu kemaluan memang punya fungsi melindungi area kewanitaan. Namun kalau terlalu panjang atau terlalu lebat, fungsinya jadi berkurang. Bahkan, bulu kemaluan yang terlalu panjang atau lebat justru bisa menyebabkan rasa kurang nyaman.

Bulu kemaluan yang terlalu panjang dan terlalu lebat berisiko membuat area kewanitaan lebih berkeringat dari biasanya. Nah, keringat berlebih ini bisa menjadi pangkal dari sejumlah masalah lain. Jadi, ini 5 manfaat mencukur atau merapikan area kewanitaan, yaitu:

- Mengurangi keringat dan bau tak sedap
- Menghindari lembap di area kewanitaan sehingga terhindar jauh dari bakteri, jamur dan higienitasnya terjaga.  
- Menjaga keindahan dan kerapian area kewanitaan
- Menambah kenyamanan area kewanitaan saat beraktivitas sehari-hari

Saat menstruasi, kondisi area kewanitaan lebih rentan lembap. Bulu kemaluan yang pendek dapat mengurangi kondisi lembap ini supaya area kewanitaan lebih kering dan terhindar dari bakteri dan jamur. Jangan lupa untuk memilih pembalut yang memiliki kandungan alami dan mampu memberikan rasa aman dan nyaman dari gangguan bakteri dan jamur.

Seperti Laurier Natural Clean, pembalut antibakterial dengan 3 antibac protection yaitu kandungan daun sirih yang usir bau, ekstrak daun sage yang dikenal sebagai anti jamur dan antibac agent yang melawan pertumbuhan bakteri. Laurier Natural Clean memberikan perlindungan dari bau, becek, dan bakteri.

Selain itu Laurier Natural Clean juga dilengkapi Fiber Dry Tech yang menyerap lebih cepat dan maksimal, sehingga permukaan 2x lebih kering. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut soal Laurier Natural Clean.  

Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Aman

 Berikut beberapa metode yang biasa dilakukan untuk mencukur dan merapikan bulu di area kewanitaankemaluan.

1. Waxing

Metode merapikan bulu dengan cairan lilin atau gula yang dipanaskan. Cairan kental diusapkan ke bulu kemudian selembar kertas ditempelkan untuk kemudian ditarik searah pertumbuhan bulu. Dengan metode ini, bulu akan tercabut sampai ke bagian akar dan bisa bertahan sampai beberapa minggu sebelum tumbuh kembali.

Waxing bermanfaat ketika kita ingin membersihkan bulu kemaluan di area tertentu secara total (misalnya membersihkan area bikini sehingga ketika memakai bikini, area sekitarnya terlihat bebas dari bulu. Metode ini perlu keahlian tersendiri sehingga biasanya dilakukan oleh profesional.

Bagaimana aturan waxing sebelum dan sesudah menstruasi? Kulit area kewanitaan berada dalam kondisi sangat sensitif sebelum dan saat menstruasi. Para ahli menyarankan untuk menghindari waxing setidaknya satu minggu sebelum menstruasi dan dua hari setelah menstruasi selesai.   

2. Menggunakan Pencukur

Berbeda dengan waxing, merapikan bulu kemaluan dengan alat cukur bisa dilakukan sendiri di rumah. Kini banyak tersedia alat cukur khusus bulu kemaluan yang biasanya punya fitur aman untuk kulit area kewanitaan yang sensitif. Bagaimana cara mencukur bulu kemaluan yang aman menggunakan pencukur?

- Siapkan Alat Cukur yang Tepat

Pencukur yang tepat harus memenuhi syarat tajam agar bisa mencukur bulu dengan efektif, tapi di sisi lain juga lembut dan aman untuk kulit area kewanitaan yang sensitif. Pastikan juga pencukur dalam kondisi yang bersih.

- Bersihkan Area yang ingin Dicukur

Kulit dan bulu yang bersih bisa terhindar  dari infeksi bakteri yang mungkin terjadi saat pori-pori kulit terbuka ketika dicukur. Membersihkan dengan air juga membuat kulit dan bulu menjadi lembap sehingga lebih mudah dicukur. Sementara saat kulit dalam kondisi sedang kering, akan menambah gesekan saat bercukur dan berisiko membuat iritasi.

- Potong Bulu yang Panjang

Mencukur bulu yang panjang meningkatkan risiko gesekan dan iritasi saat dicukur. Para ahli menyarankan untuk memotong pendek bulu yang panjang dengan gunting sebelum mencukurnya.
 

- Pilih Krim Cukur yang Aman

Karena area kewanitaan sangat sensitif, pastikan memilih krim cukur yang formulanya aman, seperti tidak mengandung alkohol atau zat pemicu alergi dan iritasi.

- Cukur Searah Pertumbuhan Rambut

Tentukan area bulu yang ingin dirapikan. Cukur dengan mengikuti arah tumbuh bulu. Mencukur dengan melawan arah tumbuh bulu mungkin lebih efektif, tapi lebih berisiko membuat iritasi pada kulit.

- Kompres Kulit untuk Redakan Kemerahan

Setelah bercukur, kompres area yang dicukur dengan air dingin untuk mengembalikan kondisi kulit yang biasanya menjadi kemerahan setelah dicukur. Gunakan soothing cream yang formulanya aman. Hindari pakaian ketat untuk mengurangi gesekan di area kewanitaan yang bisa menimbulkan iritasi.

Merapikan bulu kemaluan adalah salah satu cara menjaga kebersihan area kewanitaan yang penting demi kesehatan organ reproduksi. Jika kamu memiliki keluhan tentang menstruasi atau kesehatan reproduksimu, langsung saja diskusikan dengan ahlinya di sini www.menstruasi.com/ask-drlaurier/.

Tags: pubic hair, mencukur bulu kemaluan, sistem reproduksi wanita
0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: