LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 6 August 2026

Nutrisi Utama Anak Sebaiknya Berasal dari Makanan
Kapan Anak Usia 1 Tahun Membutuhkan Suplemen?
Kondisi Anak yang Membutuhkan Suplemen
Kalau Dokter Meresepkan Suplemen, Kapan Sebaiknya Diberikan?
Seiring Si Kecil yang semakin aktif bergerak, belajar berjalan, hingga mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya, kebutuhan nutrisinya pun menjadi perhatian Mom & Dad.
Wajar jika Mom & Dad khawatir apakah makanan harian Si Kecil sudah cukup untuk mendukung tumbuh kembangnya atau justru perlu ditambah dengan suplemen. Namun, apakah anak usia 1 tahun perlu mengonsumsi suplemen setiap hari?
Jawabannya adalah tidak selalu perlu.
Sebagian besar anak yang sehat dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang umumnya dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dari makanan sehari-hari. Suplemen bukanlah pengganti makanan, melainkan pelengkap apabila memang ada kebutuhan tertentu.
Lalu, kapan suplemen memang diperlukan? Simak penjelasannya berikut ini.
Saat memasuki usia 1 tahun, kebutuhan nutrisi Si Kecil semakin beragam. Tubuhnya membutuhkan berbagai zat gizi seperti protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, dan mineral untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, sistem imun, hingga energi untuk beraktivitas.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada anak yang sehat, kebutuhan vitamin dan mineral umumnya dapat dipenuhi melalui pola makan yang beragam dan seimbang. Karena itu, pemberian suplemen secara rutin tidak dianjurkan apabila tidak ada indikasi medis.
Hal ini juga sejalan dengan rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) yang menyebutkan bahwa anak yang mengonsumsi makanan bergizi lengkap biasanya tidak memerlukan tambahan multivitamin setiap hari. Fokus utama tetap pada kebiasaan makan yang baik dan konsumsi makanan dengan variasi yang cukup.

Beberapa contoh makanan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak usia 1 tahun antara lain:
Buah dan sayuran sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat.
Telur, ikan, ayam, daging, tahu, dan tempe sebagai sumber protein.
Susu atau produk olahannya sesuai kebutuhan anak.
Karbohidrat seperti nasi, kentang, ubi, atau roti sebagai sumber energi.
Semakin beragam makanan yang dikenalkan, semakin besar peluang Si Kecil memperoleh berbagai zat gizi penting secara alami.
Suplemen umumnya tidak diperlukan untuk semua anak. Namun, dokter dapat merekomendasikannya jika Si Kecil mengalami kondisi tertentu.
Pada beberapa kasus, dokter juga dapat merekomendasikan suplemen vitamin atau mineral tertentu berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi kesehatan anak.
Karena itu, hindari memberikan suplemen atas inisiatif sendiri, termasuk karena mengikuti rekomendasi dari media sosial atau pengalaman orang lain. Kebutuhan setiap anak dapat berbeda-beda.
Vit C
Vit D
Zat besi
Vit B
RECOMMENDATION
PODCAST