Jaga Lingkungan dengan Hal Sederhana dalam Keseharian

LOVE YOUR MIND

Pahami Kenapa Si Kecil Masih Sering Bangun Malam

Bayi di atas 5 bulan yang masih sering bangun malam bisa buat Moms lelah dan stres. Pahami penyebabnya agar bisa mencari solusi yang tepat.

Bangun malam pada bayi bukanlah hal yang asing. Bayi baru lahir bisa bangun tiap dua jam sekali di malam hari untuk menyusu. Ibu menyusui bisa langsung memberikan ASI tiap kali ia terbangun karena lapar. Karena ASI masih menjadi satu-satunya sumber asupan nutrisi, si Kecil membutuhkannya dalam frekuensi yang tinggi untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya. 

Memasuki usia 5-6 bulan, ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Maka, ia harus diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Saat sudah mendapat tambahan asupan MPASI, biasanya bayi menjadi lebih mudah kenyang sehingga tidak mudah lapar dan frekuensi bangun di malam harinya pun biasanya berkurang. 

Menurut American Academy of Pediatrics, mulai usia 4-6 bulan, si Kecil mulai menemukan ritme tidur sehingga ia bisa tidur lebih lama dan bangun malamnya pun berkurang. Yang jadi masalah adalah ketika sudah melewati usia 5 atau 6 bulan, ia masih sering bangun malam. Buat Moms, tentu saja ini bisa menjadi sumber kelelahan dan stres tersendiri, bukan?

Penyebab Si Kecil Masih Sering Bangun Tengah Malam

Penyebab Si Kecil masih sering bangun malam bisa berbeda-beda sesuai dengan pola tidur yang dialaminya. Dilansir dari babysleepscience.com, masing-masing pola ini punya penyebab yang bisa dijelaskan secara saintifik. 

1. Tidur Siang Tidak Optimal

Pola: Biasanya, si Kecil akan tidur di awal jam tidur, tapi terbangun dalam waktu 20-60 menit. Ia akan bangun selama 2-3 kali sebelum akhirnya tidur panjang. 

Sebabnya: Ada ketidakcocokkan antara kondisi fisik bayi dengan jam tidur biologisnya. Si Kecil terlihat sudah lelah atau mengantuk (biasanya karena tidur siangnya tidak nyenyak atau cuma sebentar) tapi jam biologis tubuhnya berkata belum saatnya untuk tidur.

Solusi: Ciptakan tidur siang yang berkualitas sehingga jam tidur bisa dimundurkan dan bisa lebih menyesuaikan jam biologis si Kecil.

2. Jam Tidur Terlalu Awal

Pola: Si Kecil kesulitan untuk jatuh tertidur, biasanya butuh waktu lebih dari 20 menit sejak ia bersiap tidur hingga tertidur nyenyak sepenuhnya.

Sebabnya: Jam tidur tidak sesuai dengan jam biologisnya sehingga tubuh dan otak masih dalam kondisi ‘terbangun’.

Solusi: Mundurkan jam tidurnya agar lebih menyesuaikan dengan jam biologis anak.

3. Si Kecil Bergantung Pada Orang Lain untuk Bisa Kembali Tertidur

Pola: Tidur nyenyak selama 2-5 jam awal, lalu bangun setiap 60-90 menit sekali. 

Sebabnya: Sebenarnya, terbangun setiap selesai 1 siklus tidur setiap 60-90 menit itu normal. Tapi ketika ia menangis dan butuh ditenangkan untuk kembali tidur, artinya ia terbiasa mengasosiasikan tidur dengan bantuan orang lain (misalnya ditenangkan, diayun, digendong).

Solusi: Ajarkan bayi untuk tidur secara mandiri sehingga bisa kembali tertidur sendiri saat bangun di tengah malam. Moms bisa coba lakukan sleep training pada Si Kecil. Klik di sini kalau Moms ingin tahu berbagai metode sleep training yang bisa diterapkan pada bayi. (link ke artikel sleep training).

4. Si Kecil Lapar

Pola: Tidur nyenyak selama 3-5 jam awal, lalu bangun setiap 2-3 jam sekali. Tapi akan mudah tidur lagi setelah diberi susu/makanan.

Sebabnya: Bayi yang bisa tidur selama minimal 3 jam biasanya tidak bermasalah dengan kemandirian. Jadi, kalau terbangun biasanya karena lapar. 

Solusi: Berikan susu/makanani saat bayi terbangun. Moms juga sebaiknya menghitung lagi jumlah makanan harian yang diasup si Kecil, apakah jumlah kalorinya sudah sesuai kebutuhan menurut usia. Jika perlu, konsultasi dengan dokter anak untuk mempertimbangkan tambahan asupan hariannya.

5. Si Kecil Tidak Nyaman

Pola: Tidak bisa tidur lebih dari 10-15 menit dan sering terbangun sepanjang malam. Atau tidur nyenyak beberapa jam di awal tapi terbangun lalu setelah diberi susu/makanan tetap terbangun setiap 15-20 menit sekali.

Sebabnya: Si Kecil tidak nyaman dengan kondisi dirinya atau lingkungannya. Ada kemungkinan bayi merasakan sakit. Waspada kondisi seperti demam, ruam popok, alergi atau muntah. 

Solusi: Pastikan Si Kecil nyaman dengan diri dan lingkungan sekitar. Jika ia terlihat sakit, konsultasi ke dokter untuk mencari tahu gangguan kesehatan yang dialami.

Bagaimana Membuat Si Kecil Nyaman Saat Tidur?

Memastikan Si Kecil nyaman dengan dirinya dan lingkungan sekitar saat tidur bisa jadi solusi atas kebiasaannya sering bangun di malam hari. Apa saja yang bisa Moms lakukan untuk kenyamanannya?

- Pakaian yang nyaman

Pakaikan baju yang nyaman dengan bahan yang lembut dan alami sehingga kulit si Kecil bisa bernapas. Lengkapi dengan selimut yang melekat di badan bayi saat suhu ruang cenderung dingin/sejuk.

- Suhu kamar yang sejuk

Karena kita tinggal di negara tropis yang belakangan mengalami kenaikan suhu, penting untuk Moms memastikan Si Kecil tidak kegerahan. Gunakan kipas angin yang tidak diarahkan langsung, atau bisa juga memasang AC di suhu 22-25 derajat Celsius.  

- Pastikan nutrisinya tercukupi

Pastikan ia tidur dalam kondisi kenyang. Berikan asupan sesuai usia bayi. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), selain ASI, anak usia 6-8 bulan memerlukan 200 kkal kalori per hari yang diperoleh dari karbohidrat, protein dan lemak dalam MPASI-nya.. 

- Kamar Remang/Cenderung Gelap

Selain mendorong produksi hormon melatonin untuk tidur yang berkualitas, suasana kamar yang remang/gelap juga bermanfaat agar Si Kecil tidak mudah terstimulasi dengan keadaan sekitarnya. 

- Suasana Tenang

Jauhkan dari suara yang rentan membuatnya terbangun seperti suara TV, alat elektronik, kendaraan atau suara orang berbicara dengan keras. 

- Popok yang Nyaman

Popok berkualitas penting untuk menunjang kenyamanan Si Kecil, termasuk saat ia tidur. Merries Good Skin mampu menyerap cairan lebih cepat dan banyak hingga 5x pipis sehingga Moms tidak perlu takut bocor. Merries Good Skin mengandung kandungan aktif alami Witch Hazel yang dikenal baik untuk kesehatan kulit. Sirkulasi udara Merries Good Skin yang baik juga dapat membuat kulitnya bebas bernapas.

Merries Good Skin juga teruji klinis oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia karena terbukti dapat mengurangi risiko alergi dan iritasi pada kulit bayi yang lembut. Dengan Merries Good Skin, moms bebas khawatir karena Si Kecil dapat tidur nyaman sepanjang malam tanpa harus sering bangun. Yuk, klik di sini untuk tahu info lain yang lebih bermanfaat tentang popok Merries Good Skin. 

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: