LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 8 January 2026

1. Gunakan Bahan Segar dan Minim Olahan
2. Sisihkan Porsi Si Kecil Sebelum Menambahkan Garam, Gula, atau Cabai
3. Sesuaikan Tekstur dengan Kemampuan Makan Sesuai Usia
Memasuki usia 1 tahun, kemampuan oromotor Si Kecil berkembang pesat. Otot mulut, rahang, dan lidahnya mulai lebih kuat dan terkoordinasi, sehingga ia makin mahir menggigit, mengunyah potongan makanan kecil, memindahkan makanan ke bagian belakang mulut, hingga menelan dengan lebih stabil.
Perkembangan ini membuatnya siap mengeksplorasi lebih banyak variasi makanan yang teksturnya mirip dengan masakan keluarga. Menurut World Health Organization (WHO), mulai usia 12 bulan, anak sudah dapat mengonsumsi menu yang sama dengan keluarga, selama tekstur dan bumbunya disesuaikan dengan kemampuan makan dan kebutuhan usianya.
Bagi Moms yang mengutamakan efisiensi, dengan memakai menu keluarga sebagai MPASI, Moms tidak perlu lagi memikirkan dua jenis menu yang berbeda atau memasak dua kali dalam satu waktu. Cukup satu masakan keluarga yang sehat, lalu sisihkan porsi Si Kecil sebelum disesuaikan.
Baca juga: 7 Buah dan Sayur untuk Teether Si Kecil yang Baru Tumbuh Gigi
Cara ini membuat proses menyiapkan makanan jadi lebih praktis dan lebih cepat, meringankan beban pikiran, serta tetap memastikan kualitas nutrisi yang baik. Dengan satu alur masak yang sama, Moms bisa lebih fokus menikmati waktu makan bersama Si Kecil.
Agar makanan keluarga aman dan cocok dijadikan MPASI di usia 12–24 bulan, berikut tips praktis yang direkomendasikan juga oleh berbagai sumber terpercaya seperti CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat.
Untuk menu keluarga dan Si Kecil, pilih bahan makanan yang segar, alami, dan minim pengolahan, seperti daging segar, telur dan sayur-sayuran segar. Hindari ultra processed food (UPF) seperti sosis, nugget kemasan, atau makanan instan lain yang biasanya tinggi garam, gula, serta aditif.
Bahan segar lebih kaya nutrisi dan membantu Si Kecil mengenal rasa asli makanan yang jadi pondasi penting untuk kebiasaan makan sehat di kemudian hari.
Moms tetap bisa memasak menu keluarga seperti biasa, tetapi sisihkan porsi Si Kecil sebelum menambahkan garam, kaldu instan, atau cabai. Gunakan perasa alami dari bawang, tomat, daun salam, atau sedikit butteragar rasanya tetap enak dan aman untuk usia mereka.
CDC merekomendasikan makanan rendah garam, rendah gula, dan minim pengolahan untuk anak di bawah dua tahun yang hanya membutuhkan sedikit garam dan belum perlu rasa pedas. Ini sejalan dengan panduan dari situs kesehatan National Health Service Inggris yang menyarankan orang tua untuk menghindari tambahan garam atau gula berlebih pada makanan balita.
Baca juga: Tips Mengoptimalkan Pumping ASI agar Produksi ASI Working Mom Tetap Lancar
Menurut Queensland Health (Australia), anak usia 12 bulan ke atas sudah dapat mulai mengonsumsi makanan keluarga, asal teksturnya dimodifikasi agar mudah dikunyah. Penyesuaian ini membantu perkembangan motorik oral dan kemampuan makan mandiri.

Sudah
Baru mau mencoba
RECOMMENDATION
PODCAST