facebook

LOVE OTHERS

ticket

Nggak Perlu Masak Dua Kali, Menu Keluarga Sekaligus MPASI Si Kecil

Dengan penyesuaian rasa dan tekstur, menu keluarga bisa jadi MPASI yang aman, bergizi, dan mendukung tumbuh kembang Si Kecil.

Memasuki usia 1 tahun, kemampuan oromotor Si Kecil berkembang pesat. Otot mulut, rahang, dan lidahnya mulai lebih kuat dan terkoordinasi, sehingga ia makin mahir menggigit, mengunyah potongan makanan kecil, memindahkan makanan ke bagian belakang mulut, hingga menelan dengan lebih stabil. 

Perkembangan ini membuatnya siap mengeksplorasi lebih banyak variasi makanan yang teksturnya mirip dengan masakan keluarga. Menurut World Health Organization (WHO), mulai usia 12 bulan, anak sudah dapat mengonsumsi menu yang sama dengan keluarga, selama tekstur dan bumbunya disesuaikan dengan kemampuan makan dan kebutuhan usianya.

Bagi Moms yang mengutamakan efisiensi, dengan memakai menu keluarga sebagai MPASI, Moms tidak perlu lagi memikirkan dua jenis menu yang berbeda atau memasak dua kali dalam satu waktu. Cukup satu masakan keluarga yang sehat, lalu sisihkan porsi Si Kecil sebelum disesuaikan.

Baca juga7 Buah dan Sayur untuk Teether Si Kecil yang Baru Tumbuh Gigi

Cara ini membuat proses menyiapkan makanan jadi lebih praktis dan lebih cepat, meringankan beban pikiran, serta tetap memastikan kualitas nutrisi yang baik. Dengan satu alur masak yang sama, Moms bisa lebih fokus menikmati waktu makan bersama Si Kecil.  

Agar makanan keluarga aman dan cocok dijadikan MPASI di usia 12–24 bulan, berikut tips praktis yang direkomendasikan juga oleh berbagai sumber terpercaya seperti CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat.

1. Gunakan Bahan Segar dan Minim Olahan

Untuk menu keluarga dan Si Kecil, pilih bahan makanan yang segar, alami, dan minim pengolahan, seperti daging segar, telur dan sayur-sayuran segar. Hindari ultra processed food (UPF) seperti sosis, nugget kemasan, atau makanan instan lain yang biasanya tinggi garam, gula, serta aditif. 

Bahan segar lebih kaya nutrisi dan membantu Si Kecil mengenal rasa asli makanan yang jadi pondasi penting untuk kebiasaan makan sehat di kemudian hari. 

2. Sisihkan Porsi Si Kecil Sebelum Menambahkan Garam, Gula, atau Cabai

Moms tetap bisa memasak menu keluarga seperti biasa, tetapi sisihkan porsi Si Kecil sebelum menambahkan garam, kaldu instan, atau cabai. Gunakan perasa alami dari bawang, tomat, daun salam, atau sedikit butteragar rasanya tetap enak dan aman untuk usia mereka.

CDC merekomendasikan makanan rendah garam, rendah gula, dan minim pengolahan untuk anak di bawah dua tahun yang hanya membutuhkan sedikit garam dan belum perlu rasa pedas. Ini sejalan dengan panduan dari situs kesehatan National Health Service Inggris yang menyarankan orang tua untuk menghindari tambahan garam atau gula berlebih pada makanan balita.

Baca jugaTips Mengoptimalkan Pumping ASI agar Produksi ASI Working Mom Tetap Lancar

3. Sesuaikan Tekstur dengan Kemampuan Makan Sesuai Usia

Menurut Queensland Health (Australia), anak usia 12 bulan ke atas sudah dapat mulai mengonsumsi makanan keluarga, asal teksturnya dimodifikasi agar mudah dikunyah. Penyesuaian ini membantu perkembangan motorik oral dan kemampuan makan mandiri.

3c963101bbcd535d4931387746b77612.webp

Sudahkah Moms membuat MPASI dari menu makan keluarga?

Sudah

Baru mau mencoba

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: