Dengan Kirei Lifestyle Innovation,
Upgrade Dirimu Jadi Lebih Baik Inside Out
Dengan
Kirei Lifestyle Innovation
Upgrade Dirimu
Jadi Lebih Baik
Inside Out

LOVE OTHERS

Moms, Ini Posisi Tidur yang Aman Untuk Si Kecil

Posisi tidur bayi tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tapi juga keamanannya. Jadi, apa posisi tidur yang aman untuk si Kecil?

Bayi, terutama yang baru lahir hingga berusia 1 tahun, menghabiskan sebagian besar waktunya dengan tidur. Dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, bayi butuh banyak tidur untuk mendukung kesehatan fisik dan mentalnya. Menurut situs kesehatan ibu dan bayi, whattoexpect.com, adalah normal si Kecil usia 0-3 bulan normal untuk tidur secara akumulatif selama 14-17 jam per hari dan bayi usia 4-12 bulan selama 12-16 jam per harinya.

Karena durasi tidur harian yang lama ini, Moms perlu memperhatikan berbagai aspek tidur yang penting agar si Kecil mendapatkan tidur berkualitas agar mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Salah satu aspek yang penting adalah posisi tidur yang tepat untuk si Kecil, untuk kenyamanan dan keamanannya juga. 

Tidur Telentang adalah Posisi Tidur Terbaik

Posisi tidur yang tepat untuk bayi berusia 0-12 bulan adalah telentang, seperti yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan American Academy of Pediatrics (AAP). Rekomendasi tidur telentang ini berlaku untuk si Kecil tidur di segala kesempatan, baik tidur malam hingga tidur siang. 

Posisi tidur telentang menjadi yang terbaik karena posisi tidur ini dapat menurunkan risiko terjadinya-Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) yaitu sindrom kematian mendadak yang terjadi pada bayi ketika tidur tanpa diketahui penyebabnya. Posisi telentang tidak meningkatkan risiko tersedak karena bayi memiliki sistem perlindungan jalan napas. 

Posisi tidur yang kurang tepat seperti tengkurap atau menyamping menjadi salah satu penyebab paling utama terjadinya SIDS yang terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun. Sementara bayi usia 1 tahun ke atas umumnya dapat berguling dari posisi tengkurap menjadi telentang, sehingga pada usia ini bayi cukup aman tidur miring atau tengkurap.

Mengapa Tidur Tengkurap dan Menyamping Meningkatkan Risiko SIDS?

Studi yang dilakukan pada bayi yang meninggal karena SIDS menunjukkan bahwa kematian mendadak bayi ini kemungkinan disebabkan oleh gangguan otak bayi yang mengendalikan fungsi bernapas dan kemampuan untuk terbangun. Bayi prematur atau bayi kembar memiliki risiko SIDS lebih tinggi lagi karena fungsi otaknya yang masih sangat prematur. 

Menurut AAP lagi, saat bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup, maka sangat penting bagi bayi untuk bisa terbangun. Saat tidur tengkurap atau menyamping, biasanya bayi tidur lebih lelap sehingga lebih sulit untuk terbangun saat kekurangan oksigen. Itulah sebabnya kenapa menurut riset, tidur tengkurap meningkatkan risiko SIDS hingga 12,9 kali. 

Meskipun bayi bisa terbangun, ia belum mampu untuk mengangkat kepala atau membalikkan badan (saat tidur tengkurap dan menyamping) sehingga ia tidak bisa mendapatkan suplai oksigen yang dibutuhkan. Kekurangan oksigen terus menerus dapat membuat bayi, mengalami kematian mendadak. 

Selain Tidur Telentang, Ini Syarat Tidur yang Aman untuk Si Kecil

Tidur telentang bukan satu-satunya syarat tidur yang aman untuk si Kecil yang masih berusia di bawah 1 tahun. Moms and Dads juga perlu memperhatikan faktor-faktor keamanan berikut ini seperti yang disarankan oleh AAP dan IDAI.

- Hindari menggunakan alas tidur yang empuk atau lembut. Disarankan untuk menggunakan matras padat yang dibungkus oleh pelapis dengan ukuran pas dan tidak longgar. Bantal atau guling sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti alas tidur. 

- Si Kecil sebaiknya tidak dibiarkan tidur di ranjang dewasa karena dapat terbekap atau terperangkap. Sebaiknya ia tidur di ruang yang sama dengan orang tua, namun di tempat tidur atau boks tempat tidur terpisah.

- Hindari meletakkan benda-benda lembut seperti bantal, boneka, rajutan, selimut di bawah tubuh si Kecil maupun di boks tempat tidurnya. Bantalan yang ditempel di sekeliling tempat tidur tidak terbukti mencegah trauma pada bayi dan tidak perlu digunakan.

- Pastikan suhu lingkungan tidur tidak terlalu panas. Si Kecil sebaiknya menggunakan pakaian yang tidak terlalu tebal. Jika ia tampak berkeringat, gelisah, serta panas saat disentuh, maka pakaian perlu diganti atau suhu ruangan perlu diturunkan. Bayi yang berada di lingkungan bersuhu panas meningkatkan risiko SIDS.

- Pastikan si Kecil dalam kondisi yang nyaman selama tidur sehingga bisa langsung terlelap lagi setiap ia terbangun. Pakaikan si Kecil popok yang berkualitas seperti Merries Premium Pants. 

Pakaikan si Kecil popok yang berkualitas seperti Merries Premium Pants. Popok ini memenangkan Good Design Award di Jepang untuk kenyamanan saat dipakai karena daya tampung banyak dan mengunci cairan sehingga popok tetap kering. Karet pinggang yang lembut dan fleksibel membuatnya bisa diregangkan hingga 2,5 kali. 

Selain itu, Merries Premium Pants juga memiliki sirkulasi udara yang baik, dari bagian pinggang hingga bagian dalam popok, sehingga terhindar dari kelembapan. Saat terisi penuh, alarm penanda pipis akan berubah menjadi biru sehingga Moms bisa langsung menggantinya tanpa perlu mengintipnya. Klik di sini untuk info lebih lanjut seputar popok Merries Premium Pants. 

Tips Agar Si Kecil Terbiasa Tidur Telentang

Kalau si Kecil di rumah mengalami kesulitan dan tidak betah tidur telentang dalam waktu lama, tenang saja, bayi Moms tidak sendirian. Banyak bayi memang merasa lebih nyaman saat tidur dengan posisi tengkurap. Tapi karena potensi bahaya SIDS seperti yang dijelaskan di atas, tentunya Moms perlu menerapkan strategi khusus agar si Kecil mau tidur telentang.

1. Biasakan Tidur Telentang

Biasakan bayi untuk tidur telentang, baik saat digendong, di boks bayi atau di ayunan (rocking bed). Setiap kali ia berguling untuk miring atau tengkurap, kembalikan ia ke posisi telentang. Setiap ia akan miring atau tengkurap, letakkan tangan Moms di dada atau perutnya agar ia tetap telentang. Lakukan ini secara konsisten dan disiplin.

2. Membedong bayi

Membungkus bayi dengan selimut hangat bisa memberikan rasa nyaman dan aman pada bayi yang baru lahir. Pastikan kondisi ruangan cukup sejuk agar si Kecil tidak kegerahan. Satu hal yang penting diingat, bedong sebaiknya dihentikan saat si Kecil sudah menampakkan tanda-tanda mampu melakukan gerakan berguling di usia sekitar 2-4 bulan. 

3. Gunakan Dot/Empeng/Pacifier

Empeng atau dot bisa memberikan perasaan aman dan nyaman saat si Kecil tidur telentang. Selain itu, dot juga dapat menurunkan risiko SIDS. Posisi lidah yang menjulur ke depan saat ia mengisap dot tidak akan memblok udara yang masuk. Klik di sini untuk artikel lebih lengkap seputar penggunaan empeng yang aman.

4. Rentangkan Tangannya 

Posisi kedua tangan si Kecil yang terentang ke samping membantunya tetap tidur telentang dan membuatnya sulit untuk pindah posisi menjadi tidur menyamping atau tengkurap. Rentangkan tangannya perlahan saat ia mulai jatuh tertidur. 

Jadi, Moms sudah tahu, bukan, alasan Si Kecil sebaiknya tidur dengan posisi terlentang? Moms dapat memastikan segala kebutuhan si Kecil terpenuhi baik secara fisik dan mental, termasuk  keamanan dan kenyamanan si Kecil saat tidur agar pertumbuhan dan perkembangannya optimal.

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: