LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 26 January 2024
Tidur Telentang adalah Posisi Tidur Terbaik
Mengapa Tidur Tengkurap dan Menyamping Meningkatkan Risiko SIDS?
Selain Tidur Telentang, Ini Syarat Tidur yang Aman untuk Si Kecil
Tips Agar Si Kecil Terbiasa Tidur Telentang
Bayi, terutama yang baru lahir hingga berusia 1 tahun, menghabiskan sebagian besar waktunya dengan tidur. Dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, bayi butuh banyak tidur untuk mendukung kesehatan fisik dan mentalnya. Menurut situs kesehatan ibu dan bayi, whattoexpect.com, adalah normal si Kecil usia 0-3 bulan normal untuk tidur secara akumulatif selama 14-17 jam per hari dan bayi usia 4-12 bulan selama 12-16 jam per harinya.
Karena durasi tidur harian yang lama ini, Moms perlu memperhatikan berbagai aspek tidur yang penting agar si Kecil mendapatkan tidur berkualitas agar mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Salah satu aspek yang penting adalah posisi tidur yang tepat untuk si Kecil, untuk kenyamanan dan keamanannya juga.
Posisi tidur yang tepat untuk bayi berusia 0-12 bulan adalah telentang, seperti yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan American Academy of Pediatrics (AAP). Rekomendasi tidur telentang ini berlaku untuk si Kecil tidur di segala kesempatan, baik tidur malam hingga tidur siang.
Posisi tidur telentang menjadi yang terbaik karena posisi tidur ini dapat menurunkan risiko terjadinya-Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) yaitu sindrom kematian mendadak yang terjadi pada bayi ketika tidur tanpa diketahui penyebabnya. Posisi telentang tidak meningkatkan risiko tersedak karena bayi memiliki sistem perlindungan jalan napas.
Posisi tidur yang kurang tepat seperti tengkurap atau menyamping menjadi salah satu penyebab paling utama terjadinya SIDS yang terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun. Sementara bayi usia 1 tahun ke atas umumnya dapat berguling dari posisi tengkurap menjadi telentang, sehingga pada usia ini bayi cukup aman tidur miring atau tengkurap.
Studi yang dilakukan pada bayi yang meninggal karena SIDS menunjukkan bahwa kematian mendadak bayi ini kemungkinan disebabkan oleh gangguan otak bayi yang mengendalikan fungsi bernapas dan kemampuan untuk terbangun. Bayi prematur atau bayi kembar memiliki risiko SIDS lebih tinggi lagi karena fungsi otaknya yang masih sangat prematur.
Menurut AAP lagi, saat bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup, maka sangat penting bagi bayi untuk bisa terbangun. Saat tidur tengkurap atau menyamping, biasanya bayi tidur lebih lelap sehingga lebih sulit untuk terbangun saat kekurangan oksigen. Itulah sebabnya kenapa menurut riset, tidur tengkurap meningkatkan risiko SIDS hingga 12,9 kali.
Meskipun bayi bisa terbangun, ia belum mampu untuk mengangkat kepala atau membalikkan badan (saat tidur tengkurap dan menyamping) sehingga ia tidak bisa mendapatkan suplai oksigen yang dibutuhkan. Kekurangan oksigen terus menerus dapat membuat bayi, mengalami kematian mendadak.
Tidur telentang bukan satu-satunya syarat tidur yang aman untuk si Kecil yang masih berusia di bawah 1 tahun. Moms and Dads juga perlu memperhatikan faktor-faktor keamanan berikut ini seperti yang disarankan oleh AAP dan IDAI.
- Hindari menggunakan alas tidur yang empuk atau lembut. Disarankan untuk menggunakan matras padat yang dibungkus oleh pelapis dengan ukuran pas dan tidak longgar. Bantal atau guling sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti alas tidur.
- Si Kecil sebaiknya tidak dibiarkan tidur di ranjang dewasa karena dapat terbekap atau terperangkap. Sebaiknya ia tidur di ruang yang sama dengan orang tua, namun di tempat tidur atau boks tempat tidur terpisah.
RECOMMENDATION
PODCAST