Dengan Kirei Lifestyle Innovation,
Upgrade Dirimu Jadi Lebih Baik Inside Out
Dengan
Kirei Lifestyle Innovation
Upgrade Dirimu
Jadi Lebih Baik
Inside Out

LOVE OTHERS

Mitos-Mitos Tentang Popok Si Kecil, Seperti Apa Faktanya?

Saran keluarga seputar popok Si Kecil bisa menjadi ilmu baru yang bermanfaat namun bisa juga jadi informasi yang tidak tepat. Yuk, kenali mitos dan fakta penggunaan popok pada Si Kecil!

Banyak mitos yang  berkembang di masyarakat mengenai penggunaan popok pada Si Kecil. Mitos bisa datang dari orang tua, saudara, atau teman terdekat yang seringkali membuat bertanya-tanya benar atau tidaknya. 

Di sisi lain, popok telah menjadi kebutuhan wajib Si Kecil. Supaya tidak bingung,, penting Moms mengecek fakta yang sebenarnya di balik mitos seputar penggunaan popok Si Kecil. Apa saja mitos dan fakta kebenarannya?

1. Kaki berbentuk huruf O ketika menggunakan popok 

Pasti Moms sering mendengar mitos penggunaan popok yang dapat membuat kaki berbentuk huruf O. Fakta menariknya, bentuk kaki bayi memang pada dasarnya berbentuk O atau seperti jalan mengangkang. 

Kaki berbentuk O yang disebut juga dengan bow leg merupakan hal yang normal dan akan membaik dengan sendirinya pada usia sekitar 18 bulan dan akan kembali lurus pada usia sekitar 3-4 tahun. 

Jadi kaki berbentuk O itu bukan karena popok ya, Moms. Namun, jika Moms menemukan kaki berbentuk O ini tak kunjung lurus sebaiknya segera datangi dokter agar tidak mengganggu tumbuh kembang Si Kecil.

2. Penggunaan popok menghambat Si Kecil belajar berjalan

Sebuah penelitian mengungkap bahwa memakai popok memang membuat anak sulit berjalan karena ada gangguan yang terdapat di antara kedua kaki. Namun, hal ini tidak membuat penggunaan popok harus dihindari. 

Moms bisa menyiasati dengan menggunakan ukuran popok yang tepat untuk Si Kecil, jangan membiarkan popok Si Kecil penuh, dan pastikan memilih popok dengan daya serap tinggi.

3. Bedak membantu menghindari dari ruam popok

Mungkin Moms pernah melihat orang tua Moms memberikan bedak saat mengganti popok Si Kecil, bukan? Kebiasaan ini diyakini dapat mengurangi lembap dan mencegah ruam popok. Namun faktanya, memberi bedak pada Si Kecil terutama pada area sensitif tidaklah disarankan. 

American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk tidak menggunakan bedak bayi sama sekali, karena partikel bedak bisa saja terhirup dan masuk ke paru-paru yang tidak baik untuk Si Kecil. Untuk mencegah kulit ruam, pastikan untuk mengganti popok tiap 4 jam sekali dan pastikan area popok kering sempurna.

4. Popok berukuran lebih besar membantu mencegah ruam popok

Popok berukuran besar untuk mencegah ruam popok sudah pasti mitos ya, Moms. Ruam popok memang terjadi ketika ada gesekan antara kulit bayi dan popok, tetapi itu tidak berarti Moms harus membeli ukuran yang terlalu longgar untuk Si Kecil. 

Popok harus seperti pakaian yang dikenakan Si Kecil, pas dan nyaman. Jika ukuran popok terlalu besar, popok Si Kecil berpotensi mengalami bocor yang menyebabkan terjadi distraksi saat beraktivitas. Pilihlah popok yang memiliki sirkulasi udara yang baik dan memiliki daya serap tinggi untuk membantu mencegah ruam popok.

5. Popok membuat kulit ruam

Ruam popok memang bisa menjadi penghambat tumbuh kembang Si Kecil karena distraksi yang ditimbulkan dari rasa gatal dan perih di kulit. Nah, mitos popok membuat kulit ruam bisa saja menjadi fakta jika Moms tidak memperhatikan penggunaan popok Si Kecil. 

Faktanya, ruam popok bisa terjadi berkat pertumbuhan bakteri akibat lembap dari pipis atau pup Si Kecil. Ini juga bisa terjadi akibat gesekan popok dan bahan pakaian yang digunakan. Oleh karena itu, untuk menyangkal mitos ini, Moms dianjurkan mengganti rutin popok bayi setiap 3-4 jam sekali. 

Moms juga perlu menggunakan popok yang berkualitas dan memiliki daya serap tinggi. Merries Good Skin memiliki daya serap yang cepat dan banyak, hingga 5 kali pipis, sehingga permukaan kulit Si Kecil tetap kering. 

Ekstrak aktif alami witch hazel menjaga kulit si Kecil tetap lembut. Sirkulasi udara Merries Good Skin yang baik juga membuat kulit Si Kecil bebas bernapas. Selain itu, karet popok ini juga elastis dan lembut sehingga terasa nyaman dan tidak meninggalkan bekas pada kulit Si Kecil. 

Merries Good Skin adalah satu-satunya popok di Indonesia yang telah teruji klinis oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) karena terbukti dapat mengurangi risiko iritasi pada kulit bayi yang lembut. Klik di sini untuk tahu info lain yang lebih bermanfaat tentang popok Merries Good Skin.

6. Membakar popok bisa membuat kulit melepuh 

Banyak yang beranggapan jika suleten (impetigo) atau kondisi kulit melepuh pada bayi diakibatkan karena Moms membakar popok bayi. Faktanya, impetigo disebabkan oleh bakteri yang menyebabkan infeksi pada kulit bayi karena kurangnya menjaga kebersihan. Jadi membakar popok bayi sekali pakai tidak ada hubungannya dengan bayi yang suleten ya, Moms.

7. Buang popok ke sungai bisa membuat kulit sejuk

Beberapa wilayah di Indonesia, mempercayai jika membuang popok bekas pakai di sungai bisa membuat kulit Si Kecil sejuk. Fakta menariknya, tidak ada penelitian yang mengungkap popok yang dibuang ke sungai dapat mempengaruhi kulit bayi. 

Bahkan, jika membuang sampah di sungai, bisa mencemari lingkungan ditambah kotoran manusia memiliki lebih dari 100 jenis bakteri dan virus di dalamnya. Jika popok bekas pakai dibuang secara sembarangan tentu ini akan mengancam kebersihan lingkungan, dan merugikan orang sekitar termasuk soal penyakit.

Ada beberapa cara untuk membuang popok bekas pakai selain di sungai. Bahkan Moms bisa berkreasi lewat popok bekas pakai sehingga tidak mencemari lingkungan. Melalui program edukasi  Merries Senyumkan Lingkungan, Moms bisa ikut andil dalam mengolah limbah popok bekas pakai. 

Moms bisa ubah popok menjadi pot cantik, pouch atau goodie bag yang bermanfaat dan ubah gel popok bekas pakai menjadi media tanam, yuk cari tahu cara pembuatannya di sini. 

Itu dia 7 mitos yang perlu Moms tahu. Mendengarkan saran dari orang tua, saudara dan teman boleh saja, tapi jangan sampai menimbulkan salah paham dan salah bertindak! Moms punya cerita apa soal mitos penggunaan popok? Cerita di kolom komentar, yuk!

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: