LOVE YOUR BODY

ticket

Miom dan Kista Ovarium, Apa Bedanya? Kenali Gejala yang Perlu Diwaspadai

Menstruasi terasa lebih nyeri, darah yang keluar lebih banyak, atau perut sering terasa penuh? Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan reproduksi, termasuk miom dan kista ovarium. Yuk, kenali perbedaan keduanya, gejala yang perlu diperhatikan, serta cara menjaga kenyamanan selama menstruasi.

Nyeri menstruasi terkadang membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat, terutama jika disertai perdarahan yang lebih banyak dari biasanya atau rasa penuh dan tidak nyaman di perut.

Keluhan tersebut memang dapat muncul selama menstruasi. Namun, jika berulang atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk mencari tahu penyebabnya.

Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan reproduksi, termasuk miom dan kista ovarium. Keduanya merupakan kondisi yang berbeda dan tidak selalu menimbulkan gejala.

Lantas, apa perbedaan miom dan kista ovarium, bagaimana mengenali gejalanya, dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kenyamanan selama menstruasi?

Apa Beda Miom dan Kista?

Miom dan kista ovarium terkadang dianggap sama karena keduanya dapat menimbulkan keluhan di area perut atau panggul. Padahal, keduanya memiliki karakteristik dan lokasi yang berbeda.

Miom atau fibroid rahim (uterine fibroids) adalah pertumbuhan jaringan otot rahim yang umumnya bersifat jinak. Ukuran miom beragam, dari sangat kecil hingga cukup besar. Miom dapat tumbuh di dalam dinding rahim, menonjol ke rongga rahim, atau berada di permukaan luar rahim.


309dc601ce4049ec29ef35724851031c.webp

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), miom tidak selalu memerlukan pengobatan. Penanganan miom bergantung pada gejala yang dialami, ukuran dan lokasi miom, serta kondisi masing-masing pasien.

Sementara itu, kista ovarium merupakan kantung berisi cairan atau zat lain yang terbentuk di dalam atau pada permukaan ovarium (indung telur). Banyak kista ovarium, terutama jenis tertentu seperti kista fungsional, dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan tanpa pengobatan.

Menurut National Health Service( NHS), kista ovarium umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, kista yang berukuran besar, pecah, atau menyebabkan ovarium terpuntir dapat menimbulkan keluhan yang memerlukan penanganan medis.

a3a43030a478ee1281a8f944dc50ac0c.webp

Jadi, meskipun sama-sama dapat menimbulkan ketidaknyamanan di area panggul, miom berasal dari jaringan otot rahim, sedangkan kista ovarium terbentuk di dalam atau pada permukaan indung telur. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan kondisi yang dialami.

Baca juga: Biduran Menjelang Menstruasi Belum Tentu Karena Hormon, Kenali Penyebabnya

Kenali Gejala Miom dan Kista Ovarium yang Perlu Diperhatikan

Miom dan kista ovarium tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, jika keluhan muncul, ada beberapa perubahan yang perlu kamu perhatikan.

Gejala Miom

Miom dapat memengaruhi pola menstruasi dan menimbulkan tekanan pada area panggul. Beberapa gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • Perdarahan menstruasi lebih banyak atau berlangsung lebih lama dari biasanya.

  • Kram atau nyeri menstruasi yang mengganggu aktivitas.

  • Nyeri atau rasa berat pada perut bagian bawah dan punggung.

  • Lebih sering buang air kecil atau sulit buang air besar, terutama jika miom menekan organ di sekitarnya.

Apakah kamu mengalami siklus terlambat saat menstruasi?

Ya, kadang-kadang

Sering terlambat

Selalu tepat waktu

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: