Dengan Kirei Lifestyle Innovation,
Upgrade Dirimu Jadi Lebih Baik Inside Out
Dengan
Kirei Lifestyle Innovation
Upgrade Dirimu
Jadi Lebih Baik
Inside Out

LOVE OTHERS

Merawat Handuk Tetap Wangi Meski Dipakai Berulang Kali

Moms, handuk yang dipakai setiap hari setelah mandi biasanya lebih rentan bau apek karena kondisinya yang lembap. Yuk, cari tahu cara agar handuk tetap wangi!

Biasanya kita malas mengganti handuk mandi, padahal jika handuk digunakan terlalu lama dapat meningkatkan risiko bau apek akibat pertumbuhan kuman di kain yang lembap.

Penyebab handuk bau apek

Mengutip dari situs kesehatan Healthline, tubuh memiliki 19 juta sel kulit dan 650 kelenjar keringat di setiap sentimeter tubuh. Saat mandi, sebagian besar sel kulit mati dan kelenjar keringat ini akan terangkat. 

Namun, saat mengeringkan tubuh sesudah mandi, sisa-sisa sel kulit mati dan kelenjar keringat ini akan menempel di handuk mandi.

Karena menyerap air, handuk pun akan menjadi lembap. Ditambah dengan sisa-sisa kulit mati dan kelenjar keringat, maka handuk menjadi tempat yang tepat untuk pertumbuhan kuman penyebab bau apek. Bagaimana agar kondisi ini tidak terjadi?

Cegah Bau Apek Pada Handuk

Agar handuk bebas apek dan tetap wangi dan nyaman digunakan meski dipakai berkali-kali. Berikut beberapa hal yang dapat Moms lakukan!

Pastikan handuk kering dengan sempurna

Handuk lembap memudahkan bakteri untuk muncul. Maka dari itu, pastikan bahwa handuk telah kering sempurna sebelum kamu simpan dan gunakan.

Keringkan handuk setelah digunakan atau peras sisa air setelah mencuci untuk mengeluarkan semua cairan yang ada. Jika memungkinkan, kamu juga sebaiknya menjemur handuk di bawah sinar matahari untuk membunuh kuman yang tersisa.

Mengganti dan mencuci handuk minimal 3 hari sekali

Sel kulit mati, keringat dan bakteri dapat menumpuk dengan cepat di handuk. Oleh karena itu, disarankan untuk rutin mengganti handuk mandimu minimal 3 hari sekali. 

Sebelum mencuci handuk, pastikan handuk dalam kondisi kering sempurna sebelum kamu menaruhnya di keranjang cucian kotor. Hal ini untuk menghindari bau apek pada handuk akibat lembap, terutama jika tidak langsung dicuci di hari yang sama. Bau apek ini juga bisa menular ke pakaian lain di keranjang.

Untuk merawat handuk kamu agar bersih, wangi & cegah bau apek, gunakan Attack Hygiene Plus Protection, detergen konsentrat dengan inovasi terbaru dari Jepang. Attack Hygiene Plus Protection ampuh membersihkan handuk secara menyeluruh dari noda, kuman, dan bau hingga serat kain terdalam. 

Dengan teknologi Anti Kuman dan Anti Bau, detergen ini ampuh lawan kuman dan bau membandel seperti bau saat merendam, bau apek dan bau keringat. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang Attack Hygiene Plus Protection di sini.

Hindari menggunakan satu handuk untuk bersama

Selain perlu mencuci dan mengganti handuk secara rutin, sebaiknya setiap orang memiliki handuk mandi sendiri. Berbagi handuk dengan orang lain bisa meningkatkan paparan bakteri dan meningkatkan pertumbuhannya. Memakai handuk bersama-sama juga meningkatkan risiko penularan penyakit kulit.

Itu dia tips agar handuk tetap wangi dan bebas apek meski dipakai berulang kali. Selain menjaga handuk tetap wangi, dengan menerapkan hal ini juga menjaga keluarga Mom dari segala penyakit kulit akibat kuman yang menempel di handuk. Yuk, terapkan di rumah, Moms!

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: