LOVE YOUR BODY
LOVE YOUR BODY | 1 October 2026

1. Kekurangan Zat Besi hingga Anemia
2. Tubuh Lebih Mudah Lelah, Lemas atau Pusing
Menstruasi merupakan proses luruhnya lapisan dinding rahim yang disertai keluarnya darah melalui vagina. Namun, jika darah menstruasi keluar dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari biasanya, kondisi tersebut perlu diperhatikan. Kondisi ini dikenal sebagai heavy menstrual bleeding (HMB), yaitu perdarahan menstruasi yang berlebihan.
Rata-rata volume darah menstruasi sekitar 30–40 ml per siklus. Secara objektif, kehilangan darah lebih dari 80 ml per siklus dapat dikategorikan sebagai heavy menstrual bleeding. Namun, karena volume darah menstruasi sulit diukur secara langsung, HMB juga dapat dikenali melalui pola perdarahan dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.
Salah satu tanda yang dapat diperhatikan adalah seberapa sering kamu perlu mennganti pembalut karena sudah penuh. Jika pembalut cepat penuh hingga perlu diganti setiap 1–2 jam, terutama jika terjadi berulang atau berlangsung selama beberapa jam, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda perdarahan menstruasi yang berlebihan.
Pada HMB, kehilangan darah yang terjadi berulang dapat memengaruhi kadar zat besi, sel darah merah dalam tubuh yang memengaruhi kondisi fisik sehingga berdampak pada aktivitas sehari-hari. Lantas, apa saja komplikasi yang terjadi saat kita mengalami perdarahan menstruasi berlebih?
Salah satu komplikasi HMB yang perlu diperhatikan adalah kekurangan zat besi yang jika berlangsung terus dapat berkembang menjadi anemia defisiensi besi. Tubuh membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Ketika tubuh kehilangan banyak darah secara berulang, seperti pada HMB, cadangan zat besi juga dapat ikut berkurang. Pada tahap awal, cadangan zat besi dapat menurun meski seseorang belum mengalami anemia. Jika kehilangan darah terus berlangsung dan kebutuhan zat besi tidak terpenuhi, kondisi ini dapat berkembang menjadi anemia defisiensi besi.
Menurut Mayo Clinic, heavy menstrual bleeding dapat menyebabkan anemia akibat kehilangan darah. Kondisi anemia tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti mudah lelah dan sakit kepala. Karena itu, menstruasi yang sangat deras dan terjadi berulang sebaiknya tidak dianggap sebagai hal yang biasa.
Untuk mengetahui apakah HMB telah menyebabkan kekurangan zat besi atau anemia, dokter dapat melakukan pemeriksaan darah, seperti pemeriksaan hemoglobin dan status zat besi.
Kehilangan darah dalam jumlah banyak dapat membuat tubuh terasa lebih cepat lelah, lemas, dan pusing. Jika anemia sudah cukup berat, keluhan seperti sesak napas juga dapat muncul.
The Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologists (RANZCOG) mencatat bahwa heavy menstrual bleeding dapat menyebabkan seseorang lebih mudah merasa lelah, lemah, atau pusing.

Iya
Tidak
RECOMMENDATION
PODCAST