facebook

LOVE OTHERS

ticket

Mengenal Fimosis, Penyebab Si Kecil Susah Pipis

Moms, kesehatan area reproduksi Si Kecil penting untuk diperhatikan sejak dini. Salah satu diagnosa yang patut Moms ketahui yakni fimosis, yang seringkali membuat Si Kecil susah pipis. Yuk cari tahu selengkapnya di artikel ini!

Saat mengganti popok, Moms mungkin memperhatikan kulup penis Si Kecil belum bisa ditarik ke belakang atau tampak mengembang saat ia buang air kecil. Kondisi ini sering membuat khawatir dan bertanya-tanya apakah bayi mengalami fimosis?

Padahal, kondisi tersebut belum tentu merupakan kondisi fimosis. Lalu, kapan kondisi ini masih dianggap normal dan bagaimana cara mencegah fimosis? Simak penjelasannya berikut.

Mengenal Apa Itu Fimosis

Sebelum memahami apa itu fimosis, Moms perlu mengetahui fungsi kulup penis. Kulup merupakan lapisan kulit yang menyelimuti sekaligus melindungi kepala penis. Panjangnya bervariasi pada setiap anak dan berfungsi menjaga kepala penis tetap lembap, lembut, serta sensitif. 

Sementara, fimosis adalah kondisi ketika kulup atau kulit yang menutupi kepala penis sulit atau tidak dapat ditarik ke belakang. Ada 2 jenis fimosis, yakni:

  • Fimosis fisiologis : kondisi normal pada bayi dan anak laki-laki di mana kulup tidak dapat ditarik ke belakang kepala penis karena perlekatan alami. 

  • Fimosis patologis : kondisi di mana kulup penis tidak dapat ditarik ke belakang akibat peradangan kronis

Saat bayi lahir, bagian dalam kulup masih menyatu dengan kepala penis melalui lapisan membran alami ini disebut fimosis fisiologis. Karena itu, kulup belum dapat ditarik ke belakang. 

Seiring bertambahnya usia, lapisan tersebut akan terlepas secara bertahap hingga kulup menjadi lebih mudah dibuka. Melansir situs Better Kids, usia rata-rata kulup terpisah adalah sekitar usia 10 tahun. Bahkan 99% kulup akan terpisah sempurna pada usia 17 tahun. 

Artinya, Moms tidak perlu terburu-buru khawatir jika kulup Si Kecil belum bisa ditarik. Hindari memaksa menarik kulup karena justru dapat menyebabkan luka hingga meningkatkan risiko fimosis patologis.

Apa Saja Gejala Fimosis yang Perlu Diwaspadai?

Berbeda dengan kondisi normal, fimosis yang perlu segera ditangani biasanya terjadi ketika sudah berada di tahap fimosis patologis, kondisi ini disertai gejala seperti:

  • Kulup tidak dapat ditarik setelah usia yang seharusnya.

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Kulup tampak merah atau bengkak.

  • Keluar cairan berbau tidak sedap.

  • Infeksi berulang pada penis.

  • Sulit buang air kecil atau aliran urine menjadi lemah.

Jika gejala tersebut muncul, segera konsultasikan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Apa Penyebab Fimosis Patologis?

Fimosis Patologis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Peradangan pada kepala penis (balanitis), biasanya karena infeksi atau kebersihan penis yang kurang terjaga

  • Infeksi menular seksual

  • Lichen sclerosus. Lichen sclerosus adalah gangguan kulit kronis yang menyebabkan munculnya bercak putih disertai gatal. Lichen sclerosus dapat muncul di bagian tubuh manapun, tetapi lebih sering terjadi di area kelamin atau anus.

  • Eksim 

  • Psoriasis

  • Lichen planus, peradangan autoimun kronis yang memicu ruam gatal berwarna keunguan atau garis putih pada kulit, mulut, kuku, dan kelamin.

  • Cedera pada penis dan jaringan parut 

Moms tim sunat Si Kecil di usia berapa?

Kurang dari usia 1 tahun

Di atas usia 3 tahun

Di atas usia 5 tahun

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: