LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 20 July 2026

Apa Saja Gejala Fimosis yang Perlu Diwaspadai?
Apa Penyebab Fimosis Patologis?
Pencegahan Fimosis Patologis Dimulai dari Menjaga Kebersihan
Saat mengganti popok, Moms mungkin memperhatikan kulup penis Si Kecil belum bisa ditarik ke belakang atau tampak mengembang saat ia buang air kecil. Kondisi ini sering membuat khawatir dan bertanya-tanya apakah bayi mengalami fimosis?
Padahal, kondisi tersebut belum tentu merupakan kondisi fimosis. Lalu, kapan kondisi ini masih dianggap normal dan bagaimana cara mencegah fimosis? Simak penjelasannya berikut.
Sebelum memahami apa itu fimosis, Moms perlu mengetahui fungsi kulup penis. Kulup merupakan lapisan kulit yang menyelimuti sekaligus melindungi kepala penis. Panjangnya bervariasi pada setiap anak dan berfungsi menjaga kepala penis tetap lembap, lembut, serta sensitif.
Sementara, fimosis adalah kondisi ketika kulup atau kulit yang menutupi kepala penis sulit atau tidak dapat ditarik ke belakang. Ada 2 jenis fimosis, yakni:
Fimosis fisiologis : kondisi normal pada bayi dan anak laki-laki di mana kulup tidak dapat ditarik ke belakang kepala penis karena perlekatan alami.
Fimosis patologis : kondisi di mana kulup penis tidak dapat ditarik ke belakang akibat peradangan kronis
Saat bayi lahir, bagian dalam kulup masih menyatu dengan kepala penis melalui lapisan membran alami ini disebut fimosis fisiologis. Karena itu, kulup belum dapat ditarik ke belakang.
Seiring bertambahnya usia, lapisan tersebut akan terlepas secara bertahap hingga kulup menjadi lebih mudah dibuka. Melansir situs Better Kids, usia rata-rata kulup terpisah adalah sekitar usia 10 tahun. Bahkan 99% kulup akan terpisah sempurna pada usia 17 tahun.
Artinya, Moms tidak perlu terburu-buru khawatir jika kulup Si Kecil belum bisa ditarik. Hindari memaksa menarik kulup karena justru dapat menyebabkan luka hingga meningkatkan risiko fimosis patologis.
Berbeda dengan kondisi normal, fimosis yang perlu segera ditangani biasanya terjadi ketika sudah berada di tahap fimosis patologis, kondisi ini disertai gejala seperti:
Kulup tidak dapat ditarik setelah usia yang seharusnya.
Nyeri saat buang air kecil.
Kulup tampak merah atau bengkak.
Keluar cairan berbau tidak sedap.
Infeksi berulang pada penis.
Sulit buang air kecil atau aliran urine menjadi lemah.
Jika gejala tersebut muncul, segera konsultasikan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Fimosis Patologis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
Peradangan pada kepala penis (balanitis), biasanya karena infeksi atau kebersihan penis yang kurang terjaga
Infeksi menular seksual
Lichen sclerosus. Lichen sclerosus adalah gangguan kulit kronis yang menyebabkan munculnya bercak putih disertai gatal. Lichen sclerosus dapat muncul di bagian tubuh manapun, tetapi lebih sering terjadi di area kelamin atau anus.
Eksim
Psoriasis
Lichen planus, peradangan autoimun kronis yang memicu ruam gatal berwarna keunguan atau garis putih pada kulit, mulut, kuku, dan kelamin.
Cedera pada penis dan jaringan parut
Kurang dari usia 1 tahun
Di atas usia 3 tahun
Di atas usia 5 tahun
RECOMMENDATION
PODCAST