facebook

LOVE OTHERS

ticket

Khawatir BB Si Kecil Seret? Ini Tips MPASI Tinggi Kalori Usia 6-8 Bulan

Berat badan Si Kecil terasa sulit naik saat mulai MPASI? Ini tips memilih MPASI yang tepat yaitu tinggi kalori dan kaya lemak baik.

Memasuki fase MPASI di usia 6–8 bulan sering kali menjadi momen campur aduk bagi banyak Mom. Di satu sisi, ada rasa antusias melihat Si Kecil mulai belajar mengenal makanan. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran baru, terutama saat angka timbangan terasa naiknya pelan, atau bahkan tampak stagnan. 

Menurut rekomendasi UNICEF, WHO dan IDAI, MPASI untuk bayi perlu difokuskan pada makanan yang padat energi dan kaya nutrisi. Karena kapasitas lambung bayi masih terbatas, penambahan lemak sehat menjadi strategi penting agar kebutuhan energi tercukupi tanpa harus menambah volume makan.

Berapa Sebenarnya Kebutuhan Kalori Bayi 6–8 Bulan?

Secara umum, bayi usia 6–8 bulan membutuhkan sekitar 800 kkal per hari. Namun, bukan berarti seluruh kebutuhan tersebut harus dipenuhi dari MPASI. Pada tahap ini, ASI atau susu formula tetap menjadi sumber energi utama (500-600 kkal/70%), sementara MPASI menyumbang sekitar 200–300 kkal per hari/30%. 

Artinya, MPASI berperan sebagai pelengkap yang strategis. Jika MPASI terlalu encer atau rendah energi, bayi bisa cepat kenyang sebelum kebutuhan kalorinya tercapai. Di sinilah konsep MPASI tinggi kalori berperan, bukan menambah porsi, tetapi memaksimalkan kualitas setiap suapan.

Ini Prinsip MPASI Tinggi Kalori yang Perlu Dipahami, Mom!

MPASI tinggi kalori sering disalahartikan sebagai makanan yang ‘berat’ atau berjumlah banyak. Padahal, kunci pemenuhan energi pada bayi justru terletak pada lemak sehat sebagai sumber energi utama yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan otak dan peningkatan berat badan. 

Mengingat kapasitas lambung bayi masih terbatas, asupan energi perlu dipadatkan dalam porsi kecil agar kebutuhan hariannya tetap tercukupi.

Selain komposisi, tekstur MPASI juga memegang peranan penting. UNICEF dan IDAI menekankan bahwa MPASI tidak dianjurkan terlalu encer, karena makanan yang terlalu cair memiliki kepadatan energi rendah. 

Sebaliknya, tekstur yang lembut namun kental membantu bayi mendapatkan lebih banyak energi dalam setiap suapan, tanpa harus menambah volume makan. Meski demikian, MPASI tetap perlu disajikan dari bahan alami, tanpa tambahan gula, garam, maupun makanan ultra-proses, untuk mendukung pola makan sehat sejak dini.

Baca jugaNggak Perlu Masak Dua Kali, Menu Keluarga Sekaligus MPASI Si Kecil

Bahan Alami Tinggi Kalori yang Aman untuk Usia 6–8 Bulan

Untungnya, banyak bahan alami di negara kita yang mudah ditemukan dan cocok untuk MPASI tinggi kalori. Beberapa bahan alami berikut aman dan bermanfaat jika diolah dengan tekstur yang sesuai:

  • Alpukat, dihaluskan sebagai puree atau topping

  • Telur matang, dicampur ke dalam bubur (bubur tim telur)

  • Yogurt dan keju full-fat tanpa gula & garam, sebagai campuran MPASI

  • Ikan berlemak seperti kembung, patin, sarden, dikukus lalu disaring halus

  • Daging ayam atau sapi bagian paha, karena lebih berlemak dan empuk

  • Tahu dan tempe, dikukus dan diblender halus

  • Minyak sehat seperti olive oil atau unsalted butter

Kadar Kalori Bahan MPASI Alami Tinggi Kalori 

Apakah berat badan (BB) Si Kecil sesuai grafik pertumbuhan?

Ya

Tidak

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: