facebook

LOVE OTHERS

ticket

Kenapa Cucian Selalu Menumpuk? Coba Ubah 5 Kebiasaan Ini

Proses mencuci jadi melelahkan karena cucian selalu menumpuk? Yuk, ubah beberapa kebiasaan sederhana agar pekerjaan mencuci bisa terasa jauh lebih ringan.

Setiap kali hendak mencuci, cucian terus menumpuk. Bahkan, belum sempat melipat baju yang sudah kering, baju kotor baru kembali menumpuk. Tumpukan cucian ini terasa mengintimidasi sehingga pekerjaan laundry pun terasa tidak ada habisnya.

Padahal, penyebabnya tidak selalu karena anggota keluarga banyak atau aktivitas yang padat. Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang membuat cucian semakin menumpuk dan akhirnya terasa lebih melelahkan untuk diselesaikan.

Jika kondisi ini terus berulang, bisa jadi penyebabnya bukan karena banyaknya pakaian yang harus dicuci. Ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang justru membuat cucian semakin menumpuk tanpa disadari.

1. Segera Cuci Pakaian agar Cucian Tidak Menumpuk

Sering kali kesibukan membuat kita menunda mencuci pakaian hingga keranjang cucian sudah penuh. Padahal, semakin lama pakaian kotor dibiarkan menumpuk, semakin banyak pula pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satu waktu. Akibatnya, proses mencuci, menjemur, hingga merapikan pakaian bisa terasa lebih melelahkan.

Selain itu, noda pada pakaian juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama karena beberapa jenis noda dapat menjadi lebih sulit dibersihkan jika mengering atau menempel terlalu lama pada serat kain.

Tips:
Biasakan mencuci pakaian secara rutin sesuai kebutuhan keluarga, misalnya setiap dua atau tiga hari sekali atau ketika keranjang cucian mulai terisi. Dengan jumlah pakaian yang tidak terlalu banyak di setiap sesi, proses mencuci menjadi lebih ringan, hasil cucian lebih optimal, dan tumpukan pakaian kotor pun lebih mudah dikendalikan.

2. Pilah Pakaian Sebelum Memasukkannya ke Keranjang Cucian

Tidak semua pakaian yang sudah dipakai sebentar harus langsung dicuci. Misalnya, jaket, cardigan, atau celana jeans yang hanya dikenakan dalam waktu singkat dan tidak terkena keringat berlebih umumnya masih dapat digunakan kembali sesuai petunjuk perawatannya. 

9edb5fd5e085c16429d6d0bca9c5a6ba.webp

Sebaliknya, pakaian dalam, pakaian olahraga, kaus kaki, atau pakaian yang basah oleh keringat sebaiknya segera dicuci untuk menjaga kebersihan.

Membiasakan memilah pakaian sebelum memasukkannya ke keranjang cucian dapat membantu mengurangi jumlah laundry yang tidak perlu. Dengan begitu, keranjang pakaian kotor tidak cepat penuh dan pekerjaan mencuci pun menjadi lebih ringan.

Tips:

Sediakan tempat khusus untuk pakaian yang masih layak dipakai kembali agar tidak tercampur dengan pakaian kotor. Selain membantu mengurangi tumpukan cucian, kebiasaan ini juga dapat menjaga kualitas pakaian karena tidak terlalu sering dicuci.

3. Buat Jadwal Mencuci yang Sesuai dengan Rutinitas

Di tengah kesibukan sehari-hari, kegiatan mencuci sering kali tertunda karena ada banyak hal lain yang perlu diselesaikan. Tanpa disadari, pakaian kotor pun terus bertambah hingga akhirnya menumpuk dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicuci.

Memiliki jadwal mencuci yang rutin dapat membantu menjaga jumlah cucian tetap terkendali. Jadwal ini tidak harus dilakukan setiap hari, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan rutinitas keluarga agar lebih mudah dijalankan secara konsisten.

Tips:

Apa pengelompokan cucian kotor yang biasa Mom lakukan?

Berdasarkan jenis bahan

Berdasarkan ukuran

Berdasarkan level kotornya

Berdasarkan warna

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: