facebook

LOVE OTHERS

ticket

Kenali Penyakit Campak dan Cara Pencegahannya

Campak masih jadi ancaman bagi kesehatan Si Kecil. Kenali gejala, faktor risiko, dan cara pencegahannya agar Si Kecil tetap terlindungi!

Campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai pada Si Kecil. Sekitar 9 dari 10 bayi yang belum menerima vaksin campak atau belum pernah menderita campak sebelumnya akan tertular bila berdekatan dengan orang yang menderita penyakit ini. 

Meski vaksin campak sudah tersedia dan menjadi bagian dari program imunisasi nasional, kasus campak masih bisa terjadi terutama pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap

4cd4185001cb57e32ba36e8cd126ce83.jpg

Sebagai orang tua, penting untuk Mom mengenali gejala, faktor risiko, serta cara pencegahannya agar Si Kecil tetap sehat dan terlindungi.

Mengenal Apa itu Campak

Campak adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus measles. Tingkat penularannya sangat tinggi: bila ada 10 orang yang belum pernah divaksin campak dan terpapar penderita, maka 9 di antaranya hampir pasti tertular.

Penyakit ini mudah menyebar, terutama melalui kontak langsung dengan pengidap campak atau melalui percikan cairan (droplet) di udara saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Karena tingkat penularannya sangat tinggi, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke banyak orang di sekitarnya yang belum memiliki kekebalan.

Gejala Campak pada Si Kecil

Campak lebih dari sekadar ruam. Ini dapat menyebabkan gejala yang lebih hebat dan menyebabkan komplikasi. Gejala campak termasuk:

  • Demam tinggi (>38 derajat)

  • Hidung meler 

  • Batuk 

  • Sakit tenggorokan

  • Sakit kepala

  • Mata merah

  • Bintik putih di dalam mulut atau yang disebut bintik koplik

  • Lelah dan nyeri otot

  • Ruam pada kulit

  • Gejala pencernaan, seperti diare, sakit perut dan muntah

Gejala tidak muncul sekaligus, gelaja seperti demam, batuk, pilek, dan mata merah mungkin muncul terlebih dahulu. Bintik-bintik Koplik atau bintik-bintik kecil berwarna putih dengan latar belakang merah yang muncul di dalam mulut, biasanya di bagian dalam pipi mungkin muncul dua hingga tiga hari kemudian dan memudar ketika ruam dimulai. Ruam muncul tiga hingga lima hari setelah gejala awal dimulai bahkan disertai demam tinggi. Masa ini sangat berisiko karena pengidap mungkin belum menyadari dirinya sedang menularkan penyakit. Itulah mengapa imunisasi campak menjadi langkah penting untuk melindungi Si Kecil dari infeksi virus.

a403257c31866291308957df8283a7b5.jpg

Faktor Risiko Penyakit Campak

Umumnya, kondisi ini lebih sering menimpa anak-anak berusia di bawah lima tahun. Berikut ini beberapa faktor risiko campak:

1. Belum mendapatkan vaksinasi 

Apa Si Kecil pernah terkena campak?

Pernah

Tidak pernah

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: