LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 6 November 2025

Campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai pada Si Kecil. Sekitar 9 dari 10 bayi yang belum menerima vaksin campak atau belum pernah menderita campak sebelumnya akan tertular bila berdekatan dengan orang yang menderita penyakit ini.
Meski vaksin campak sudah tersedia dan menjadi bagian dari program imunisasi nasional, kasus campak masih bisa terjadi terutama pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap

Sebagai orang tua, penting untuk Mom mengenali gejala, faktor risiko, serta cara pencegahannya agar Si Kecil tetap sehat dan terlindungi.
Campak adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus measles. Tingkat penularannya sangat tinggi: bila ada 10 orang yang belum pernah divaksin campak dan terpapar penderita, maka 9 di antaranya hampir pasti tertular.
Penyakit ini mudah menyebar, terutama melalui kontak langsung dengan pengidap campak atau melalui percikan cairan (droplet) di udara saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Karena tingkat penularannya sangat tinggi, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke banyak orang di sekitarnya yang belum memiliki kekebalan.
Campak lebih dari sekadar ruam. Ini dapat menyebabkan gejala yang lebih hebat dan menyebabkan komplikasi. Gejala campak termasuk:
Demam tinggi (>38 derajat)
Hidung meler
Batuk
Sakit tenggorokan
Sakit kepala
Mata merah
Bintik putih di dalam mulut atau yang disebut bintik koplik
Lelah dan nyeri otot
Ruam pada kulit
Gejala pencernaan, seperti diare, sakit perut dan muntah
Gejala tidak muncul sekaligus, gelaja seperti demam, batuk, pilek, dan mata merah mungkin muncul terlebih dahulu. Bintik-bintik Koplik atau bintik-bintik kecil berwarna putih dengan latar belakang merah yang muncul di dalam mulut, biasanya di bagian dalam pipi mungkin muncul dua hingga tiga hari kemudian dan memudar ketika ruam dimulai. Ruam muncul tiga hingga lima hari setelah gejala awal dimulai bahkan disertai demam tinggi. Masa ini sangat berisiko karena pengidap mungkin belum menyadari dirinya sedang menularkan penyakit. Itulah mengapa imunisasi campak menjadi langkah penting untuk melindungi Si Kecil dari infeksi virus.

Umumnya, kondisi ini lebih sering menimpa anak-anak berusia di bawah lima tahun. Berikut ini beberapa faktor risiko campak:
Pernah
Tidak pernah
RECOMMENDATION
PODCAST