facebook

LOVE YOUR BODY

ticket

Infeksi Bakteri vs Infeksi Jamur pada Vagina: Apa Bedanya dan Bagaimana Penanganannya?

Infeksi bakteri atau infeksi jamur memiliki gejala yang mirip, tetapi penyebabnya berbeda. Yuk, pahami perbedaan infeksi bakteri dan jamur pada vagina agar penanganannya lebih tepat.

Keputihan, gatal, atau perubahan bau pada area vagina adalah keluhan yang cukup sering dialami. Gejala tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi jamur. 

Meski tampak mirip, penyebab dan cara menangani ingfeksi bakteri dan infeksi jamur pada vagina bisa sangat berbeda. Dengan memahami perbedaannya, perempuan dapat lebih mengenali tubuhnya, mengambil langkah yang tepat, dan tahu kapan perlu mencari bantuan medis.

Apa Itu Infeksi Bakteri pada Vagina?

Infeksi bakteri pada vagina yang paling umum dikenal sebagai bacterial vaginosis (BV). Menurut situs kesehatan Mayo Clinic, kondisi ini terjadi ketika keseimbangan flora alami vagina terganggu, sehingga jumlah bakteri ‘jahat’ menjadi lebih dominan dibandingkan bakteri baik yang seharusnya melindungi vagina. Bakteri jahat ini pun memicu infeksi. 

b11088067a4fb92053d12e2b55bf3eea.webp

Menurut John Hopkins Medicine, infeksi ini dapat ditandai dengan keputihan yang lebih encer dan berwarna putih keabu-abuan. Selain itu, bau vagina menjadi amis. Rasa gatal pada infeksi bakteri umumnya ringan atau bahkan tidak dirasakan sama sekali. Secara medis, kondisi ini juga ditandai dengan pH vagina yang meningkat, umumnya di atas 4,5.

Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat memicu terjadinya infeksi bakteri. Membersihkan vagina secara berlebihan, seperti douching, justru dapat menghilangkan bakteri baik yang dibutuhkan. Penggunaan sabun kewanitaan yang tidak sesuai, serta perubahan pH alami saat menstruasi atau setelah aktivitas seksual, juga bisa memengaruhi keseimbangan flora vagina.

Penanganan infeksi bakteritidak dianjurkan untuk dilakukan sendiri tanpa pemeriksaa medis. BV umumnya memerlukan antibiotik sesuai resep dokter agar infeksi benar-benar teratasi. 

Selain pengobatan, menghindari kebiasaan yang dapat mengganggu pH vagina, seperti douching atau penggunaan produk berpewangi, menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi datang kembali.

Apa Itu Infeksi Jamur pada Vagina?

Infeksi jamur pada vagina biasanya disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida. Menurut situs kesehatan Cleveland Clinic, jamur ini sebenarnya hidup secara normal di tubuh, termasuk di area vagina. Namun, ketika kondisi tubuh berubah, jamur bisa berkembang terlalu banyak dan menimbulkan infeksi.

effa19d8ba14209e76225230f342d4c1.webp

Menurut John Hopkins Medicine, infeksi ini dapat ditandai dengan keputihan yang lebih encer dan berwarna putih keabu-abuan. Selain itu, bau vagina menjadi amis. Rasa gatal pada infeksi bakteri umumnya ringan atau bahkan tidak dirasakan sama sekali. Secara medis, kondisi ini juga ditandai dengan pH vagina yang meningkat, umumnya di atas 4,5.

Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat memicu terjadinya infeksi bakteri. Membersihkan vagina secara berlebihan, seperti douching, justru dapat menghilangkan bakteri baik yang dibutuhkan. Penggunaan sabun kewanitaan yang tidak sesuai, serta perubahan pH alami saat menstruasi atau setelah aktivitas seksual, juga bisa memengaruhi keseimbangan flora vagina.

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: