LOVE YOUR BODY
LOVE YOUR BODY | 29 January 2026

Apa Itu Infeksi Bakteri pada Vagina?
Apa Itu Infeksi Jamur pada Vagina?
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Solusinya, Lakukan Kebiasaan Ini untuk Jaga Kesehatan Vagina
Keputihan, gatal, atau perubahan bau pada area vagina adalah keluhan yang cukup sering dialami. Gejala tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi jamur.
Meski tampak mirip, penyebab dan cara menangani ingfeksi bakteri dan infeksi jamur pada vagina bisa sangat berbeda. Dengan memahami perbedaannya, perempuan dapat lebih mengenali tubuhnya, mengambil langkah yang tepat, dan tahu kapan perlu mencari bantuan medis.
Infeksi bakteri pada vagina yang paling umum dikenal sebagai bacterial vaginosis (BV). Menurut situs kesehatan Mayo Clinic, kondisi ini terjadi ketika keseimbangan flora alami vagina terganggu, sehingga jumlah bakteri ‘jahat’ menjadi lebih dominan dibandingkan bakteri baik yang seharusnya melindungi vagina. Bakteri jahat ini pun memicu infeksi.

Menurut John Hopkins Medicine, infeksi ini dapat ditandai dengan keputihan yang lebih encer dan berwarna putih keabu-abuan. Selain itu, bau vagina menjadi amis. Rasa gatal pada infeksi bakteri umumnya ringan atau bahkan tidak dirasakan sama sekali. Secara medis, kondisi ini juga ditandai dengan pH vagina yang meningkat, umumnya di atas 4,5.
Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat memicu terjadinya infeksi bakteri. Membersihkan vagina secara berlebihan, seperti douching, justru dapat menghilangkan bakteri baik yang dibutuhkan. Penggunaan sabun kewanitaan yang tidak sesuai, serta perubahan pH alami saat menstruasi atau setelah aktivitas seksual, juga bisa memengaruhi keseimbangan flora vagina.
Penanganan infeksi bakteritidak dianjurkan untuk dilakukan sendiri tanpa pemeriksaa medis. BV umumnya memerlukan antibiotik sesuai resep dokter agar infeksi benar-benar teratasi.
Selain pengobatan, menghindari kebiasaan yang dapat mengganggu pH vagina, seperti douching atau penggunaan produk berpewangi, menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi datang kembali.
Infeksi jamur pada vagina biasanya disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida. Menurut situs kesehatan Cleveland Clinic, jamur ini sebenarnya hidup secara normal di tubuh, termasuk di area vagina. Namun, ketika kondisi tubuh berubah, jamur bisa berkembang terlalu banyak dan menimbulkan infeksi.

Menurut John Hopkins Medicine, infeksi ini dapat ditandai dengan keputihan yang lebih encer dan berwarna putih keabu-abuan. Selain itu, bau vagina menjadi amis. Rasa gatal pada infeksi bakteri umumnya ringan atau bahkan tidak dirasakan sama sekali. Secara medis, kondisi ini juga ditandai dengan pH vagina yang meningkat, umumnya di atas 4,5.
Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat memicu terjadinya infeksi bakteri. Membersihkan vagina secara berlebihan, seperti douching, justru dapat menghilangkan bakteri baik yang dibutuhkan. Penggunaan sabun kewanitaan yang tidak sesuai, serta perubahan pH alami saat menstruasi atau setelah aktivitas seksual, juga bisa memengaruhi keseimbangan flora vagina.
RECOMMENDATION
PODCAST