Dengan Kirei Lifestyle Innovation,
Upgrade Dirimu Jadi Lebih Baik Inside Out
Dengan
Kirei Lifestyle Innovation
Upgrade Dirimu
Jadi Lebih Baik
Inside Out

LOVE OTHERS

Impetigo, Infeksi pada Kulit Bayi yang Perlu Mom Waspadai

Impetigo atau suleten merupakan masalah kulit yang sering muncul pada bayi. Lantas apa penyebabnya?

Pernah mendengar orang tua kita melarang untuk tidak membakar popok bekas pakai? Bagi sebagian orang Indonesia, membakar popok bekas pakai seringkali dianggap menjadi penyebab kulit melepuh pada bayi. 

Padahal, kondisi ini tidak ada kaitannya dengan membakar popok. Faktanya, kondisi kulit bayi yang melepuh ini merupakan suleten (impetigo), yaitu luka bakar pada kulit bayi yang disebabkan oleh infeksi kulit karena bakteri.  

Jenis bakteri yang dapat menyebabkan impetigo adalah bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Siapa pun dapat terserang bakteri yang menyebabkan impetigo, tapi kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi. Impetigo pun akan sembuh sendirinya sekitar 10-14 hari, namun memberikan obat dapat mempercepat penyembuhan sekitar 7-10 hari.

Gejala Impetigo pada Bayi

Lepuhan impetigo paling umum ditemukan di sekitar hidung dan mulut, tangan, lengan bawah, dan juga area popok. Beberapa gejala impetigo adalah:

- Luka merah pada kulit

- Gatal

- Melepuh

- Keropeng/borok (gejala yang lebih parah)

Baca jugaMitos-Mitos Tentang Popok Si Kecil, Seperti Apa Faktanya?

Jenis Impetigo Berdasarkan Gejala

Mengutip dari WebMD, ada tiga jenis impetigo yang dibedakan berdasarkan gejala yang timbul, yakni:

1. Impetigo non-bulosa

Ini adalah tipe yang paling umum. Pada jenis ini gejala yang timbul yakni munculnya lepuh kecil di sekitar hidung dan mulut.

- Lepuh kecil berisi cairan

- Gatal di area lepuh tetapi tidak perih

- Tidak demam

- Jika pecah akan meninggalkan keropeng dan kerak kuning keemasan

2. Impetigo bulosa

Pada jenis ini, impetigo akan muncul lebih besar dengan penyebaran lebih cepat. Lepuh akan muncul dari leher hingga pinggang, tapi bisa juga terlihat di lengan dan kaki. 

- Lepuh besar berisi cairan 

- Area di sekitar lepuh dapat menyebabkan nyeri dan gatal

- Suhu tubuh tinggi dan terjadi pembengkakan kelenjar 

- Jika pecah akan meninggalkan keropeng dan kerak kuning keemasan

3. Ecthyma

Jika tidak diobati, impetigo dapat berkembang menjadi ecthyma. Impetigo ini lebih serius karena berada pada kulit yang lebih dalam. Luka yang dirasakan akan lebih nyeri dan berisi cairan atau nanah yang timbul berujung pada bisul. Setelah sembuh,  akan menimbulkan bekas luka.

Baca juga: 12 Fakta Menarik Bayi Newborn yang Penting Diketahui

Faktor Risiko Impetigo

Selain tertular melalui kontak langsung dengan penderita atau penggunaan barang secara bersama-sama, ada beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan terkena infeksi kulit karena bakteri ini, seperti:

- Iklim

Impetigo lebih umum terjadi pada lingkungan yang hangat dan lembab, seperti iklim Indonesia.

- Ruang publik

Bakteri dapat menyebar lebih mudah di tempat-tempat ramai seperti stasiun, pasar, dan lainnya. 

- Penggunaan barang secara bersamaan

Risiko juga lebih meningkat, jika Si Kecil berada di tempat tidur yang sama dan menggunakan handuk atau benda lain dengan seseorang yang terinfeksi.

- Luka

Luka bisa meningkatkan risiko terjadinya impetigo. Luka dapat memudahkan bakteri masuk ke dalam kulit.

- Masalah kulit lainnya

Jika Si Kecil memiliki masalah kulit, seperti iritasi kulit atau ruam popok, ini juga meningkatkan mudahnya bakteri penyebab impetigo menempel di kulit.

Baca juga: Kesehatan Emosional Si Kecil juga Perlu Dijaga, Ini Caranya

Mencegah Impetigo

Impetigo merupakan penyakit yang menular. Oleh sebab itu, cara terbaik untuk mencegah penularannya adalah dengan menjaga kebersihan dan lingkungan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah:

- Mandi rutin minimal 2 hari sekali

- Mencuci tangan dan mengganti pakaian Si Kecil setelah keluar dari rumah

- Rutin mengganti sprei, dan handuk yang digunakan

- Tidak menyentuh atau menggaruk luka untuk menurunkan risiko penyebaran infeksi kulit karena bakteri.

- Pastikan mengganti popok Si Kecil 3-4 jam sekali untuk menghindari lembap di area genital. Area yang lembap dapat menyebabkan ruam popok dan iritasi kulit yang menimbulkan risiko impetigo. Oleh karena itu, pemilihan popok juga penting untuk menjaga area genital tetap kering. 

Moms dapat memilih popok Merries Good Skin. Popok ini telah allergy tested dan teruji klinis oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) karena terbukti dapat mengurangi risiko alergi dan iritasi kulit bayi yang lembut. 

Popok ini juga diperkaya ekstrak aktif alami witch hazel yang menjaga kulit Si Kecil tetap lembut. Sirkulasi udara Merries Good Skin yang baik juga membuat kulitnya  bebas bernapas. Daya serap 5x lebih banyak dan cepat sehingga kulit bayi tetap kering. Klik di sini untuk tahu info lain yang lebih bermanfaat tentang popok Merries Good Skin.

Itulah beberapa informasi penting seputar impetigo pada bayi. Yuk, jaga Si Kecil dari impetigo dengan menjaga kebersihan dan kesehatan kulit Si Kecil. 

Jika kamu punya pengalaman soal impetigo Si Kecil, ceritakan di komen, yuk! 

Tags: impetigo adalah, iritasi kulit, infeksi kulit karena bakteri
0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: