LOVE YOUR BODY
LOVE YOUR BODY | 24 September 2026

Musim kemarau 2026 masih terasa di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober. Musim kemarau tidak hanya membuat udara terasa lebih panas. Perubahan kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi kondisi kulit.
Lebih sering beraktivitas di luar rumah, terpapar sinar matahari, berkeringat, hingga berada di lingkungan dengan udara yang lebih kering dapat membuat kulit terasa lebih kering dan kurang nyaman. Lantas, mengapa masalah kulit lebih mudah muncul saat musim kemarau?

Kulit membutuhkan kelembapan yang cukup agar tetap terasa nyaman sekaligus menjalankan fungsinya sebagai pelindung tubuh. Lapisan terluar kulit berperan sebagai pelindung yang membantu menjaga keseimbangan air sehingga kulit tetap elastis.
Saat musim kemarau, beberapa kebiasaan dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi kelembapan kulit, seperti:
Bukannya membuat tubuh lebih segar, mandi terlalu lama dengan air hangat justru dapat membuat kulit semakin kering. American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan durasi mandi sekitar 5–10 menit saja.

Perbanyak air putih
Konsumsi buah dan sayur
Mandi menggunakan sabun yang menghidrasi kulit
RECOMMENDATION
PODCAST