Jaga Lingkungan dengan Hal Sederhana dalam Keseharian

LOVE YOUR MIND

Cek 5 Tanda Kamu Sedang dalam Masa Subur

Bagi kamu dan pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, masa subur menjadi hal yang penting untuk diketahui. Yuk, simak infonya!

Mengetahui masa subur wanita merupakan salah satu cara untuk merencanakan kehamilan. ​​Masa subur erat kaitannya dengan masa ovulasi yaitu ketika sel telur dilepaskan dari ovarium sehingga sel sperma bisa menemukan dan membuahi sel telur itu. Penetrasi selama periode ini dapat sangat meningkatkan peluang kamu untuk hamil. Proses ovulasi atau masa subur terjadi sekitar 12–14 hari sebelum hari pertama menstruasi kamu berikutnya. 

Sebenarnya kapan ovulasi dimulai tergantung pada siklus menstruasi kamu. Bila siklus menstruasi tergolong singkat, misalnya hanya 22 hari, maka ovulasi bisa terjadi hanya beberapa hari setelah menstruasi berakhir. Masa subur biasanya dimulai sekitar satu atau dua hari sebelum ovulasi. 

Selain mengenali siklus menstruasi, tubuh juga dapat memberi sinyal jika kamu memasuki masa subur. Berikut adalah 5 tanda kamu sedang memasuki masa subur:

Payudara lebih sensitif 

Tanda yang pertama adalah payudara yang lebih sensitif atau puting yang terasa nyeri ketika tersentuh. Skala nyerinya bisa ringan bisa berat, tergantung kondisi tiap orang yang bisa berbeda-beda. Biasanya nyeri ini bisa dirasakan pada satu atau kedua puting. 

Kondisi ini biasanya disebabkan perubahan hormon. Estrogen menyebabkan saluran payudara membesar, sedangkan progesteron menyebabkan kelenjar susu membengkak. Kedua hal inilah yang membuat payudara nyeri. Nyeri ini biasanya berlangsung di awal masa ovulasi dan berakhir ketika masa ovulasi selesai dan biasanya berlangsung 16 hingga 32 jam.

Suhu basal tubuh meningkat 

Suhu basal adalah suhu terendah pada pagi hari. Biasanya, kamu mendapati suhu basal tubuh ini ketika kamu beristirahat atau tidur dan bangun tidur di pagi hari. Ketika kamu berada pada masa subur, kamu akan mendapati suhu basal akan naik. Mengutip dari Hellosehat, suhu tubuh akan mengalami kenaikan sekitar 0,4-0,8°C dari suhu biasanya. Ini menciptakan rata-rata suhu tubuh basal berkisar antara 35,5-36,6°Celsius.

Suhu tubuh basal ini terjadi karena saat ovulasi, kadar hormon progesteron di dalam tubuh meningkat. Kadar hormon progesteron yang tinggi menyebabkan temperatur tubuh kamu mengalami peningkatan.

Akan tetapi perubahan suhu basal ini juga dipengaruhi oleh pola hidup. Ciri masa subur ini mungkin tidak akan terlalu efektif jika kamu terbiasa bekerja pada malam hari atau memiliki jam tidur yang tak menentu.

Nyeri ringan di bagian panggul/perut bagian bawah

Tanda berikutnya adalah nyeri ringan di bagian panggul dan perut. Nyeri ovulasi bisa terasa seperti kram di sisi perut di mana ovarium melepaskan sel telur. Efek samping ovulasi ini dapat berlangsung beberapa menit atau beberapa jam. Kamu mungkin juga mengalami keputihan, mual dengan rasa sakit atau nyeri ringan.

Perubahan posisi serviks

Selain itu, serviks mengalami banyak perubahan saat seorang wanita berovulasi. Selama ovulasi, serviks akan menjadi lunak, lebih tinggi, terbuka dan lebih banyak mengeluarkan cairan serviks. ​​Sebaliknya, saat tidak dalam masa subur, serviks atau leher rahim terletak lebih rendah dan lebih keras apabila disentuh.

Perubahan ini mungkin sulit untuk kamu rasakan, kecuali jika kamu mengeceknya secara mandiri. Kamu mungkin bisa bertanya kepada dokter obgyn bagaimana cara memeriksa kondisi serviks secara mandiri di rumah.

Keputihan atau lendir serviks berwarna putih telur

Tanda-tanda yang muncul saat kamu berada pada masa subur adalah tekstur lebih kental dan warna lendir serviks yang serupa dengan putih telur yaitu bening. Lendir serviks adalah cairan yang keluar dari serviks mendekati masa ovulasi. Cairan ini juga biasa disebut dengan nama keputihan.

Lendir serviks ini akan membantu sperma menuju sel telur sehingga mempermudah proses pembuahan. Selain itu, lendir serviks membuat penetrasi saat berhubungan intim menjadi lebih mudah dan tidak sakit.

Berikut ini merupakan ciri keputihan masa subur:

  • Mendekati masa ovulasi: lendir lebih lengket, lebih banyak, berwarna keruh, seperti keputihan

  • Selama masa ovulasi: lendir basah, licin, elastis, dan transparan, seperti putih telur.

  • Setelah masa ovulasi: lendir lebih kering dan lebih sedikit keluar.

Ketika sedang keputihan, area kewanitaanmu rawan lembap yang dapat menyebabkan tidak nyaman. Karena itu, kamu bisa menggunakan Pantyliner Laurier Natural Clean, yang tipis dan memiliki lapisan Antibacterial sehingga menjaganya tetap kering. 

Laurier Natural Clean pantyliner dilengkapi 3 antibac protection, kandungan daun sirih yang usir bau,ekstrak daun sage yang dikenal sebagai anti jamur dan antibac agent yang melawan pertumbuhan bakteri. Sehingga nggak usah khawatir keputihan, karena Laurier Natural Clean membuat area kewanitaan kamu tetap kering, tidak khawatir bau dan terbebas dari bakteri. Yuk, jaga area kewanitaan secara alami lawan pertumbuhan bakteri serta bau tak sedap! Cari tahu lebih lanjut mengenai produk ini di sini.

Jika kamu memiliki keluhan tentang menstruasi atau kesehatan reproduksimu, langsung saja diskusikan dengan ahlinya di sini www.menstruasi.com/ask-drlaurier/.

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: