facebook

LOVE OTHERS

ticket

Cegah Campak, Lindungi Si Kecil dari Komplikasi Sejak Dini

Campak bukan sekadar ruam merah biasa. Penyakit ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius jika tidak dicegah dengan tepat. Yuk, pahami risikonya dan langkah pencegahan yang bisa Mom lakukan untuk melindungi Si Kecil.

Campak dapat menyebabkan komplikasi karena virusnya dapat menyebar ke seluruh tubuh, menyerang sistem pernapasan, serta melemahkan sistem kekebalan tubuh secara drastis. Kondisi ini membuka peluang terjadinya infeksi bakteri sekunder. Akibatnya, berbagai penyakit dapat muncul sebagai lanjutan dari infeksi campak. 

Yuk, kenali komplikasinya serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan si kecil.

Campak dan Penyebabnya

Campak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus measles. Campak sangat mudah menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imuniasai lengkap. Ilustrasinya seperti ini Mom, bila ada 10 orang yang belum menerima vaksin campak dan terpapar penderita, maka 9 di antaranya hampir pasti tertular. Kenali penyakit campak di artikel ini.

Penularannya terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Setelah masuk ke tubuh, virus akan menginfeksi saluran pernapasan, lalu menyebar melalui aliran darah ke berbagai organ.

Komplikasi Infeksi Campak

Campak tidak hanya menyebabkan demam dan ruam, tetapi juga dapat memicu berbagai komplikasi serius terutama pada anak. Mengutip dari situs kesehatan CDC, komplikasi terjadi pada 20% atau lebih dari orang yang tertular campak. Berikut beberapa komplikasi yang berkaitan langsung dengan infeksi campak:

1. Diare

Campak dapat mengganggu sistem pencernaan, menyebabkan diare. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berujung pada dehidrasi, terutama pada balita.

2. Otitis Media (Infeksi Telinga Tengah)

Virus campak menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada lapisan lendir saluran pernapasan, termasuk tuba Eustachius(saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan). Penyumbatan saluran tersebut menyebabkan cairan terperangkap di telinga tengah, menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk tumbuh. Hal ini dapat menyebabkan infeksi yang berisiko pada gangguan pendengaran.

Baca juga: Perbedaan Rubella dan Roseola Si Kecil dan Cara Penanganannya

3. Bronkitis, Radang Tenggorokan atau Croup 

Campak dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan akibat iritasi dan pembengkakan. Kondisi ini bisa berkembang menjadi beberapa gangguan, seperti croup (peradangan pada saluran pernapasan atas, khususnya laring (pita suara) dan tenggorokan), bronkitis (peradangan pada saluran pernapasan bawah atau bronkus), faringitis (peradangan pada faring / tenggorokan bagian belakang, sering dikenal sebagai radang tenggorokan)

4. Infeksi Saluran Pernapasan dan Pneumonia

Karena virus campak menyerang saluran napas, anak berisiko mengalami pneumonia. Sebanyak 1 dari setiap 20 anak dengan campak terkena pneumonia. Kasus ini juga menjadi penyebab kematian pada anak kecil paling umum akibat campak.

5. Ensefalitis (radang otak)

Dalam beberapa kasus langka, virus campak dapat menyebar ke otak. Sekitar 1 dari 1.000 orang dengan campak dapat mengalami peradangan dan pembengkakan otak, yang disebut ensefalitis. Ensefalitis dapat terjadi tepat setelah campak atau berbulan-bulan kemudian. Kondisi ini dapat menimbulkan kejang, kerusakan otak, hingga kematian.  

Apa Si Kecil sudah vaksin campak?

Sudah

Belum

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: