Dengan Kirei Lifestyle Innovation,
Upgrade Dirimu Jadi Lebih Baik Inside Out
Dengan
Kirei Lifestyle Innovation
Upgrade Dirimu
Jadi Lebih Baik
Inside Out

LOVE YOUR BODY

Bau Vagina dan Hubungannya Dengan Kesehatan Reproduksi

Kesehatan reproduksi merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan. Masih banyak perempuan yang khawatir dengan masalah vagina bau, padahal...

Kesehatan reproduksi merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan. Masih banyak perempuan yang khawatir dengan masalah vagina bau, padahal tidak semua masalah tersebut benar-benar buruk, atau bahkan mengancam kesehatan.

Biar kamu nggak overthinking, kita kenali dulu yuk macam-macam bau vagina, mana yang harus segera ditangani dan mana yang bersifat alami tanpa perlu ditanggapi dengan kekhawatiran berlebih.

Macam-macam Bau Vagina Normal 

Menurut Everyday Health, bau vagina terbagi dalam dua kategori, yakni bau normal, dan tidak normal. Untuk bau vagina normal, contohnya seperti bau fermentasi, dan bau manis (seperti bau gula pasir).

Bau-bau tersebut pada dasarnya tidak mengganggu. Namun jika sudah berlebihan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Apalagi jika disertai gejala tambahan, seperti gatal, vagina terasa panas dan lainnya.

Agar tidak terlalu khawatir, berikut macam-macam bau vagina normal dan bau vagina yang tidak normal serta hubungannya dengan kesehatan reproduksi.

Bau Tembaga

Kamu mungkin pernah mencium bau vagina yang seperti tembaga, atau lebih tepatnya menyerupai bau pada uang logam. Bau tersebut umumnya bersumber dari sisa-sisa darah menstruasi, darah nifas, atau bahkan darah selaput dara yang robek.

Kondisi bau ini disebabkan oleh kadar zat besi yang terkandung dalam darah, sehingga memicu aroma tembaga. Kondisi ini cukup normal, dan umumnya akan hilang dalam 2-3 hari setelah menstruasi dan nifas. 

Bau Fermentasi

Bau fermentasi ini mirip seperti bau asam yang keluar dari yoghurt, roti atau makanan yang diolah dengan permifan. Kondisi ini umumnya disebabkan karena terlalu banyak bakteri baik di dalam vagina, seperti Lactobacilli.

Kondisi ini muncul saat tingkat keasaman vagina berada di angka 3.8 sampai dengan 4.5 (pH 3.8-4.5) atau tingkat keasaman yang normal.

Lactobacilli sendiri merupakan bakteri baik yang membantu menjaga tingkat keasaman vagina, sekaligus sebagai pelindung dari serangan bakteri jahat. Selama tidak menimbulkan rasa gatal, kondisi ini cukup normal.

Bau Manis

Mirip seperti aroma gula pasir, vagina juga bisa mengeluarkan bau manis. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pertumbuhan bakteri baik yang cukup tinggi. Jangan khawatir, sama seperti bau fermentasi, kondisi ini cukup normal.

Selain itu, bau manis pada vagina juga bisa jadi tanda perubahan tingkat pH pada vagin. Perubahan tingkat pH inilah yang kemudian memicu pertumbuhan ekosistem bakteri baik lainnya, selain Lactobacilli.

Bau Menyengat Karena Stres

Ada juga bau vagina seperti panas atau bau menyengat. Kondisi ini masih masuk dalam kategori normal, dan umum terjadi pada perempuan yang sedang mengalami stres berat, yang membuat kelenjar apokrin dan ekrin bekerja lebih keras. 

Kelenjar apokrin dan ekrin sendiri bekerja dengan cara mengeluarkan cairan yang mirip seperti susu, namun tidak berbau. Bau ini baru akan muncul setelah cairan putih tersebut bercampur dengan cairan vagina di vulva.

Macam-macam Bau Vagina Tidak Normal

Selain bau vagina normal, ada juga bau vagina tidak normal, seperti vagina mengeluarkan bau busuk, bau amis dan bau amonia atau bahan kimia, sebaiknya jangan tunggu lama, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Berikut beberapa jenis bau vagina tidak normal dan harus segera mendapat pemeriksaan dari dokter.

Bau Amis

Vagina juga bisa mengeluarkan bau amis. Bahkan dalam beberapa kasus, baunya akan terasa sangat mengganggu, dan cukup mirip dengan bau ikan busuk. Bau seperti ini harus diwaspadai karena bisa jadi gejala adanya penyakit serius.

Selain itu, munculnya bau amis ini bisa jadi gejala adanya infeksi bakteri vaginosis dan trichomoniasis. Keduanya merupakan bakteri yang berasal dari penyakit menular seksual. Segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Bau Kimiawi

Jika vagina kamu mengeluarkan bau seperti amonia atau bahan pemutih pakaian, sebaiknya mulai perhatikan lagi kebersihan pakaian kamu. Bisa jadi bau ini berasal dari bahan kimia yang menempel di pakaian dalam. 

Selain itu, bau ini bisa ditimbulkan oleh pertumbuhan bakteri vaginosis. Jika masalah ini timbul disertai gejala gatal-gatal dan rasa panas di vagina, ini masuk dalam kategori tidak normal. Sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Busuk

Bau busuk bisa saja keluar dari vagina. Kondisi ini bisa jadi dipicu karena adanya benda asing yang dibiarkan lama berada dalam vagina dan tidak dikeluarkan dalam waktu lama.

Meski belum tentu berbahaya, namun bau busuk vagina tidak masuk dalam kategori normal. Kamu harus segera mencari tahu penyebab utamanya, karena masalah ini bisa juga disebabkan karena ada masalah serius di organ reproduksi kamu.

Cara Mencegah Bau Vagina

Bau vagina yang tidak normal bisa dicegah dengan cara selalu menjaga kebersihan area vagina, dengan cara membersihkan dengan air bersih yang mengalir setelah buang air, terutama ketika sedang menstruasi dan mengganti pembalut setiap 3-4 jam sekali. 

Selain itu, pilih pembalut yang dapat melawan bakteri penyebab bau, seperti Laurier Natural Clean, pembalut antibakterial dengan 3 antibac protection:

  • Kandungan daun sirih yang mengusir bau, 

  • Ekstrak daun sage yang dikenal sebagai anti jamur 

  • Antibac agent yang melawan pertumbuhan bakteri.

Laurier Natural Clean juga dilengkapi dengan Fiber Dry Tech yang cepat menyerap cairan sehingga permukaan pembalut tetap kering. Ga perlu takut bau, becek, dan bakteri saat menstruasi! 

Untuk tahu lebih dalam tentang Laurier Natural Clean, kamu bisa langsung kunjungi linknya di sini.

0 comments
Newest
Newest
Oldest

PODCAST

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda pada situs web kami, mempersonalisasi konten dan iklan, serta menganalisis lalu lintas kami. Kami juga membagikan informasi tentang penggunaan Anda atas situs web kami dengan mitra periklanan dan analitik kami, yang dapat menggabungkannya dengan informasi lain yang telah Anda berikan kepada mereka atau yang telah mereka kumpulkan dari penggunaan Anda atas layanan mereka. Silakan klik Accept All Cookies jika Anda setuju dengan penggunaan semua cookies kami. Silakan klik Cookies Setting untuk menyesuaikan pengaturan cookies Anda di situs web kami. Anda dapat mengelola pengaturan cookie dengan mengeklik tautan Kebijakan Privasi di footer.
Pengaturan Cookies: