LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 6 March 2026

Bulan Ramadan sering menghadirkan tantangan bagi ibu menyusui. Di satu sisi, ada keinginan untuk menjalankan ibadah puasa. Di sisi lain, muncul kekhawatiran apakah puasa akan memengaruhi produksi ASI dan kebutuhan nutrisi Si Kecil.
Kabar baiknya, sebuah studi National Library of Medicine Inggris menyebutkan bahwa berpuasa tidak secara signifikan memengaruhi produksi ASI. Akan tetapi kurangnya makan dan minum ketika berpuasa membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak khususnya pada siang hari.
Ibu menyusui tetap perlu waspada terhadap risiko dehidrasi dan kekurangan energi, terutama jika bayi masih berusia di bawah enam bulan dan sepenuhnya mengandalkan ASI. Lantas, ibu menyusui boleh puasa apa tidak?
Secara umum, Ibu menyusui diperbolehkan untuk berpuasa, khususnya di bulan Ramadan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Ibu menyusui ketika berpuasa.
Meski studi menyebutkan selama puasa tidak berdampak signifikan pada produksi ASI dan komposisi makronutrien ASI seperti protein, lemak, karbohidrat, sedangkan beberapa mikronutrien seperti zinc, potassium, dan magnesium bisa turun jika kurangnya konsumsi nutrisi.
Untuk mencegah menurunnya mikronutrien tersebut Mom dapat menyiasatinya dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung zinc, potassium, dan magnesium.
Selain itu, produksi ASI juga akan terpengaruh apabila Mom mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan ASI selama berpuasa. Sebaiknya Mom juga mempertimbangkan untuk berpuasa saat si Kecil sudah mulai makan pokok dan tidak lagi hanya tergantung pada ASI. Ini karena ASI masih menjadi sumber nutrisi utama bagi si Kecil yang masih belum memasuki masa MPASI.
Namun, jika Mom merasa sehat dan Si Kecil tidak mengalami masalah kesehatan, maka Mom boleh mencoba berpuasa selama Ramadan.
Baca juga: Ramadan Bisa Jadi Waktu yang Tepat Buat Upgrade Diri Jadi Versi Terbaik Kamu

Bagi Mom yang sedang menyusui tapi ingin ikut menjalankan puasa, lakukan tips berikut ini:
Mom dianjurkan untuk minum 8 gelas air putih (setidaknya 2/3 liter) setiap hari. Gunakan pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas malam hari, dua gelas saat sahur) untuk membantu menjaga hidrasi.
Selain minum air putih yang cukup, Mom juga dapat memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi makanan yang kaya air. Misalnya, sup atau buah semangka, belimbing, stroberi, atau jeruk.
Untuk menjaga mikronutrien seperti zinc, potassium, dan magnesium tetap terpenuhi, pastikan kebutuhan Mom tercukupi.
Mom bisa pilih makanan seperti brokoli, bayam, katuk, telur, salmon, daging, dan kacang merah. Pastikan juga untuk mengonsumsi makanan berserat, seperti sayuran hijau, karena serat akan membantu mencegah rasa lapar.
Selain itu, cara memenuhi kebutuhan zat gizi selama bulan puasa bisa diatur menjadi 2 atau 3 kali makan yaitu waktu sahur, waktu berbuka puasa dan setelah ibadah Tarawih. Sebaiknya terakhir makan adalah 2 jam sebelum tidur.
Baca juga: Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih?
Alhamdulillah lancar
Puasa tapi belum bisa full
Aku memutuskan bayar Fidyah
RECOMMENDATION
PODCAST