LOVE YOUR BODY
LOVE YOUR BODY | 8 January 2026

Kenapa Saat Menstruasi Jadi Rentan Anemia?
Bagaimana Cara Cegah dan Atasi Anemia saat Menstruasi?
- Perhatikan asupan zat besi harian
- Kombinasikan dengan vitamin C
- Jaga pola makan tetap teratur
- Pastikan tubuh mendapat istirahat berkualitas
Rasa lelah saat menstruasi dianggap sebagai hal yang wajar. Namun, jika rasa lemas muncul berulang setiap bulan, terasa lebih berat dari biasanya, atau disertai pusing dan wajah pucat, bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal kekurangan zat besi.
Kondisi ini disebut anemia defisiensi besi, salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami perempuan usia produktif, menurut World Health Organization (WHO).
Menstruasi memang menyebabkan tubuh kehilangan darah beserta cadangan zat besi di dalamnya. Zat besi inilah yang diperlukan untuk membentuk hemoglobin, protein yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Saat cadangan zat besi berkurang dan tidak tergantikan dari makanan, suplai oksigen ke otak dan seluruh tubuh ikut menurun. Akibatnya, tubuh menjadi cepat lelah, pusing, sesak napas, hingga sulit berkonsentrasi.
American Society of Hematology menegaskan bahwa kehilangan darah menstruasi adalah salah satu penyebab paling umum dari anemia defisiensi besi pada perempuan.
Namun, tidak semua rasa lelah saat menstruasi menandakan anemia. Karena itu, penting untuk memahami perbedaannya.
Baca juga: Tiroid Bisa Memengaruhi Menstruasi, Benarkah?
Apa Dampak Anemia Jika Tidak Segera Ditangani?
Kalau tidak ditangani, anemia dapat berkembang menjadi kondisi yang mengganggu aktivitas sehari-hari maupun kesehatan jangka panjang.
Dalam jangka pendek, perempuan bisa cepat lelah bahkan untuk aktivitas sederhana. Konsentrasi menurun, produktivitas ikut terdampak, dan mood terasa lebih sensitif. Aktivitas yang lebih berat, seperti olahraga, juga terasa sulit dilakukan karena tubuh kekurangan oksigen.
Dalam jangka panjang, anemia dapat berkembang menjadi kekurangan zat besi kronis. Daya tahan tubuh menurun sehingga lebih mudah terserang penyakit. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), anemia defisiensi besi berdampak pada fungsi imunitas, kognitif, dan metabolisme tubuh. Pada perempuan yang merencanakan kehamilan, anemia dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah atau kelahiran prematur.
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah dan mengatasi anemia selama menstruasi:
Ya
Tidak
RECOMMENDATION
PODCAST