LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 8 August 2026

Tidur yang berkualitas tidak hanya dipengaruhi oleh durasi tidur, tetapi juga kebersihan tempat tidur. Seprai yang digunakan juga dapat menjadi tempat menumpuknya keringat, sel kulit mati, minyak tubuh, hingga debu.
Jika dibiarkan terlalu lama tanpa dicuci, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan tidur bahkan meningkatkan risiko masalah kesehatan. Yuk ketahui kapan waktu yang tepat mengganti seprai.
Meski tampak bersih, seprai sebenarnya menyerap berbagai kotoran setiap malam. Mengutip dari situs kesehatan Healthline, tubuh manusia dapat melepaskan sekitar 500 juta sel kulit mati setiap hari. Sebagian besar sel tersebut akan menempel pada kasur dan seprai, lalu menjadi sumber makanan bagi tungau debu.

Selain itu, saat tidur tubuh juga menghasilkan keringat dan minyak alami yang dapat memicu pertumbuhan bakteri maupun jamur. Menunda mencuci seprai terlalu lama dapat menimbulkan beberapa dampak sebagai berikut:
1. Meningkatkan Risiko Alergi
Selama tidur kita, tubuh melepaskan kulit mati, rambut, debu, dan kotoran lainnya dapat menumpuk di atas seprai kasur. Ini menciptakan lingkungan yang ideal untuk perkembangan tungau debu dan bakteri. Tungau debu adalah mikroorganisme kecil yang dapat menjadi alergen utama dan dapat menyebabkan reaksi alergi seperti pilek, bersin-bersin, dan ruam kulit.
2. Memicu Masalah Kulit
Minyak, keringat, dan bakteri yang menempel pada seprai dapat menyumbat pori-pori sehingga meningkatkan risiko munculnya jerawat atau iritasi, terutama pada pemilik kulit sensitif.
3. Tidur Menjadi Kurang Nyaman
Seprai kasur yang kotor dan tidak nyaman dapat mengganggu tidur. Gatal-gatal atau rasa tidak nyaman dapat mengakibatkan tidur terganggu, dan ini dapat berdampak pada kualitas tidur.
Baca juga: Panduan Memilih Mode Mesin Cuci Otomatis dan Manual agar Pakaian Bersih Maksimal dan Tetap Terawat
Katun
Tencel
Microfiber
Bahan lainnya
RECOMMENDATION
PODCAST