LOVE YOUR BODY
LOVE YOUR BODY | 30 July 2026

Banyak perempuan merasa menstruasi datang tiba-tiba. Padahal, tubuh sebenarnya sudah memberikan sinyal beberapa hari, bahkan hingga dua minggu sebelumnya. Tanda-tanda ini dikenal sebagai Premenstrual Syndrome (PMS), yaitu kumpulan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang muncul menjelang menstruasi.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) perubahan hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi merupakan penyebab utama munculnya berbagai gejala PMS.
Lalu, apa saja tanda yang perlu kamu kenali?
Salah satu tanda yang paling sering muncul menjelang menstruasi adalah kram di perut bagian bawah. Rasa nyeri dapat menjalar ke punggung bawah hingga paha.
Kondisi ini terjadi karena tubuh mulai memproduksi lebih banyak prostaglandin, yaitu senyawa yang memicu kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisan dinding rahim.
Semakin tinggi kadar prostaglandin, kontraksi rahim bisa terasa lebih kuat sehingga kram pun menjadi lebih intens. Jika nyeri masih tergolong ringan hingga sedang, kamu dapat mengatasinya dengan mengompres hangat area perut, berolahraga ringan, atau beristirahat yang cukup.

Merasa celana tiba-tiba lebih sempit atau perut terasa penuh menjelang menstruasi? Kondisi ini cukup umum terjadi menjelang menstruasi.
Perubahan kadar estrogen dan progesteron dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan dan memengaruhi sistem pencernaan. Akibatnya, perut terasa kembung, begah, atau berat. Meski mengganggu, kondisi ini biasanya akan membaik dalam beberapa hari setelah menstruasi.
Menjelang menstruasi, sebagian perempuan juga merasakan payudara menjadi lebih padat, sensitif, atau nyeri saat disentuh.
Hal ini dipengaruhi oleh fluktuasi hormon yang menyebabkan jaringan payudara menahan lebih banyak cairan. Keluhan biasanya akan berkurang ketika kadar hormon mulai menurun setelah menstruasi dimulai.
Perut kembung
Perubahan suasana hari
Cepat lelah
Jerawat muncul
RECOMMENDATION
PODCAST